NUNUKAN, Headlinews.id – Jembatan Garuda di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, kini menjadi salah satu akses yang menunjang mobilitas warga setempat. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa turun langsung mengecek kondisi fisik jembatan dan jalan di sekitarnya.
Sekretaris Kecamatan Sebatik, Abdul Rahman, S.A.P., mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan fasilitas tersebut tetap dapat digunakan masyarakat secara aman dan sesuai fungsinya. Kondisi akses di sekitar jembatan juga ikut diperiksa dalam kegiatan tersebut.
“Kita ingin memastikan jembatan ini memang bisa digunakan dengan baik oleh warga. Jadi yang kita periksa bukan hanya bagian jembatannya, tetapi juga akses jalan di sekitarnya,” ujar Abdul Rahman saat ditemui di lokasi, Senin (14/9/2026).
Jembatan Garuda berada di Jalan Nelayan RT 11 dengan ukuran sekitar 6 x 3,5 meter. Infrastruktur tersebut dibangun sebagai bagian dari Jembatan Perintis Garuda melalui program Karya Bakti TNI Angkatan Darat.
Bagi masyarakat Desa Tanjung Karang, keberadaan jembatan berkaitan dengan aktivitas harian. Akses tersebut dapat digunakan warga untuk mendukung pergerakan menuju kawasan di sekitarnya, termasuk kebutuhan sosial maupun kegiatan ekonomi.
“Dengan adanya jembatan ini, warga punya akses yang lebih mudah. Mereka bisa melintas untuk berbagai keperluan sehari-hari, termasuk membawa barang atau menjalankan kegiatan usaha,” kata Abdul Rahman.
Dalam pengecekan itu, Abdul Rahman didampingi Sekretaris Desa Tanjung Karang Fitri Rahmayani, S.H. beserta staf, Babinsa Desa Tanjung Karang Sertu Jati Marianto serta Ketua RT 11. Mereka melihat langsung kondisi fisik jembatan dan jalur yang mengarah ke lokasi.
Menurut Abdul Rahman, fasilitas yang sudah dibangun perlu dirawat bersama. Pemerintah kecamatan dan desa juga membutuhkan laporan warga apabila ditemukan kerusakan atau gangguan pada akses tersebut.
“Kalau ada bagian yang rusak atau ada kendala di akses, jangan dibiarkan. Sampaikan kepada pemerintah desa atau kecamatan supaya bisa segera kita tindak lanjuti sesuai kewenangan,” ungkapnya.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program Karya Bakti TNI AD untuk membantu penyediaan infrastruktur dasar masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut juga memperkuat akses di wilayah yang membutuhkan konektivitas antarkawasan.
Abdul Rahman berharap masyarakat ikut menjaga jembatan karena pemanfaatannya akan berlangsung setiap hari. Perawatan bersama diperlukan agar kondisi infrastruktur tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jembatan ini sudah dibangun untuk kebutuhan masyarakat. Pemerintah dan TNI sudah berperan dalam pembangunannya, sekarang masyarakat juga punya peran untuk menjaga supaya fasilitas ini tetap bisa digunakan dengan baik,” pungkasnya. (**)










