MALINAU, Headlinews.id – Akses listrik mulai dinikmati masyarakat Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, setelah jaringan kelistrikan resmi beroperasi dan melayani 331 pelanggan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 237 pelanggan memperoleh sambungan melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Peresmian penyalaan listrik dilakukan secara simbolis pada Jumat (26/6/2026) oleh jajaran PLN bersama pemerintah daerah dan pemerintah kecamatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Manager PLN UP3 Berau, Manager PLN UP2K Benua Etam, Camat Malinau Selatan Hulu, serta Pemerintah Desa Tanjung Nanga.
Hadirnya layanan listrik tersebut menambah akses layanan dasar bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan penerangan dan penggunaan energi untuk aktivitas sehari-hari.
Manager PLN UP3 Berau, Rizki Rhamdan Yusup, mengatakan penyediaan listrik di wilayah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses energi hingga menjangkau kawasan yang memiliki tantangan geografis.
“Layanan kelistrikan diharapkan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, mulai dari aktivitas rumah tangga, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi yang dapat berkembang lebih baik,” ujarnya.
Pembangunan jaringan di wilayah tersebut dilakukan dengan menghadapi kondisi medan dan akses transportasi yang terbatas. Infrastruktur yang dibangun mencakup 4,19 kilometer sirkuit jaringan tegangan menengah, 4,77 kilometer sirkuit jaringan tegangan rendah, serta tiga unit gardu distribusi dengan total kapasitas 300 kVA.
Manager PLN UP2K Benua Etam, Govinda, mengatakan penyelesaian pembangunan jaringan merupakan hasil koordinasi dan dukungan berbagai pihak selama proses pekerjaan.
“Penyediaan listrik di wilayah ini dapat terlaksana melalui kerja sama seluruh pihak dan dukungan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung,” katanya.
Pemerintah daerah menilai kehadiran listrik akan membuka peluang aktivitas masyarakat yang lebih luas dan mendukung perkembangan desa.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malinau, Lawing Liban, menyampaikan akses energi memiliki peran penting dalam menunjang produktivitas masyarakat.
“Dengan tersedianya listrik, masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjalankan aktivitas, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
Warga juga mulai merasakan perubahan setelah jaringan mulai beroperasi. Salah seorang warga, Yansen, mengatakan aktivitas malam hari kini dapat dilakukan dengan lebih nyaman dibanding sebelumnya.
“Selama ini kegiatan masyarakat cukup terbatas ketika malam hari. Sekarang penerangan sudah tersedia dan aktivitas menjadi lebih leluasa,” katanya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan akses energi dan perluasan layanan kelistrikan hingga wilayah yang sebelumnya belum terjangkau secara optimal. (*/rn)










