MALINAU, Headlinews.id – Ekosistem Digital SAGET (Smart Government) mulai diterapkan di Kabupaten Malinau sebagai sistem integrasi data dan layanan publik berbasis digital yang menghubungkan berbagai perangkat daerah dalam satu platform terpusat.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa menilai pengelolaan data menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan modern karena berkaitan langsung dengan ketepatan arah kebijakan serta kualitas layanan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, tata kelola pemerintahan tidak lagi dapat berjalan dengan pola data yang terpisah antarinstansi, melainkan membutuhkan sistem yang terhubung dan mudah diakses.
“Data merupakan salah satu fondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pengelolaan data harus dilakukan secara terstruktur, akurat, dan berkelanjutan agar dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat serta pengambilan kebijakan yang tepat,” ujarnya.
SAGET (Smart Government) dirancang sebagai pusat informasi terpadu yang mengintegrasikan data dan layanan pemerintah daerah dalam satu sistem, sehingga proses akses informasi dapat berlangsung lebih cepat, mudah, dan efisien.
Sistem tersebut juga diarahkan untuk menyatukan alur kerja antarperangkat daerah yang selama ini berjalan secara terpisah, sehingga proses pengolahan data menjadi lebih konsisten dan saling terhubung.
Pembaruan, verifikasi, dan validasi data secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas informasi yang digunakan dalam sistem tersebut agar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pembaruan, verifikasi, dan validasi data secara berkala diperlukan untuk memastikan setiap informasi yang tersedia memiliki kualitas yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Selain penguatan sistem digital, Pemerintah Kabupaten Malinau juga mendorong peningkatan infrastruktur penunjang seperti jaringan komunikasi dan sistem teknologi pendukung lainnya untuk mendukung implementasi layanan berbasis digital.
Wempi menambahkan, transformasi digital tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya yang ikut berperan dalam pengembangan sistem.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan ekosistem digital yang dibangun dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik.
“Keberhasilan transformasi digital memerlukan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya. Karena itu kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem digital yang optimal,” tegasnya.
Wempi menegaskan arah pengembangan SAGET sebagai fondasi tata kelola pemerintahan modern di Malinau yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Melalui pemanfaatan teknologi digital, kita ingin menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, efisien, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)










