MALINAU, Headlinews.id – Kebakaran menghanguskan kantor dan asrama putra lantai dua Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khairaat Putra di Jalan Raja Pandita RT 02, Teluk Sanggan, Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kamis (22/10/2026) pagi. Dua kendaraan roda empat turut terbakar, sementara tiga orang mengalami luka akibat pecahan kaca dan cedera pada tangan.
Api diketahui sekitar pukul 07.55 WITA. Sebagian besar bangunan pesantren dilalap api, termasuk perlengkapan di dalamnya. Bangunan yang didominasi material kayu membuat kobaran cepat menjalar hingga menghanguskan sebagian besar bagian gedung.
Saat kebakaran terjadi, para santri sedang mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman pesantren. Kondisi itu membuat bangunan asrama dalam keadaan kosong ketika api mulai membesar.
Tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Mereka adalah Yoga Peatam (19), pembina pesantren, yang mengalami luka pada jari tangan kanan; Safar (15), siswa MTs, yang mengalami luka robek pada tangan; serta Rifky (15), siswa MA, yang mengalami memar dan keseleo pada tangan kanan.
Ketiganya dibawa ke Makodim 0910/Malinau untuk mendapatkan pertolongan medis dari personel kesehatan Kodim. Sementara itu, penyebab kebakaran dan nilai kerugian material masih belum dipastikan.
Di tengah kejadian, anggota Kodim 0910/Malinau bergerak membantu pemadaman setelah melihat kepulan asap dari kawasan pesantren seusai apel pagi di Makodim. Anggota Provos Kodim 0910/Malinau, Sertu Fitry Aditama, menjadi salah satu personel yang segera menyampaikan informasi tersebut kepada anggota lainnya.
“Setelah melaksanakan apel pagi di Kodim, saya melihat ada kepulan asap tebal. Saya langsung memberitahukan kepada anggota yang lain, kemudian kami bergerak menuju lokasi untuk membantu pemadaman,” ungkap Sertu Fitry Aditama.
Personel Kodim kemudian bergabung dengan satu pleton anggota Polres Malinau, dua pleton petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat Desa Malinau Hulu untuk menangani kebakaran. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 WITA.
Selain kantor pesantren dan asrama putra lantai dua beserta perlengkapannya, kebakaran menghanguskan sebuah minibus dan mobil taksi pengangkut sayur yang merupakan inventaris pondok pesantren.
Sementara itu, Polres Malinau masih menyelidiki penyebab kebakaran. Kabag Ops Polres Malinau, IPTU Mardiman, mengatakan petugas belum dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh lantaran kondisi bangunan masih perlu didinginkan setelah pemadaman.
“Kami masih menunggu kondisi bangunan benar-benar dingin setelah proses pemadaman. Setelah asap hilang dan lokasi memungkinkan untuk diperiksa, tim Inafis bersama Satreskrim akan melakukan olah TKP untuk mencari tahu penyebab kebakaran,” ujar Mardiman.
Berdasarkan keterangan awal pengurus pesantren yang diterima kepolisian, api pertama kali terlihat dari bagian belakang bangunan sebelum menjalar ke lantai dua. Namun, informasi itu masih perlu didalami melalui pemeriksaan lokasi dan keterangan saksi.
Dari pengamatan awal, Mardiman memperkirakan sekitar 95 persen bangunan mengalami kerusakan akibat kebakaran. Material kayu yang mendominasi bangunan lama diduga mempercepat penjalaran api, tetapi kepolisian belum menetapkan penyebab kebakaran.
“Dari kondisi fisik yang kami lihat, sekitar 95 persen bangunan terbakar. Materialnya banyak menggunakan kayu, terutama pada bangunan lama, sehingga api cepat menjalar. Namun, penyebab kebakaran tetap harus dipastikan melalui hasil olah TKP,” katanya.
Polisi juga menerima informasi bahwa bangunan pesantren mulai didirikan pada era 1990-an, kemudian mengalami penambahan bangunan, termasuk lantai dua dan bagian belakang, pada 2018. Kondisi bangunan serta kemungkinan faktor lain yang berkaitan dengan kebakaran akan didalami dalam penyelidikan.
“Kami akan mendalami kondisi lokasi melalui olah TKP dan pemeriksaan lebih lanjut. Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan sebelum tim melakukan identifikasi dan mengumpulkan hasil pemeriksaan di lapangan,” tutup Mardiman. (saf/*)










