TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Penguatan sarana dan prasarana serta pengembangan unit transfusi darah menjadi prioritas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau pada masa bakti kepengurusan 2026–2031. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melengkapi kebutuhan organisasi sekaligus memperkuat pelayanan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Malinau.
Ketua PMI Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus mengatakan, kepengurusan periode ini akan melanjutkan sejumlah pekerjaan yang belum tuntas, terutama melengkapi fasilitas markas yang dibangun secara bertahap sejak awal pembentukan organisasi.
“Yang jelas, di Malinau saat ini yang menjadi prioritas tetap melengkapi markas kita. Kita memang dari nol dulu. Jadi, kita sudah punya markas, punya tenaga, kemudian juga sudah punya kendaraan PMI sekitar dua unit. Kita juga punya staf markas. Mungkin nanti lebih kepada pelengkapan,” ujar Ernes, usai dilantik di Tanjung Selor, Jumat (16/10/2026).
Menurut pria yang juga menjabat Sekda Malinau ini, kebutuhan yang perlu mendapat perhatian selanjutnya adalah unit transfusi darah. Layanan tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat sehingga perlu menjadi bagian dari pengembangan PMI Malinau ke depan.
“Termasuk yang saya lihat saat ini bagaimana unit transfusi darah. Ini sangat penting di Malinau karena vital dalam kesehatan kita,” katanya.
Selain melengkapi fasilitas organisasi, Ernes menyebut PMI Malinau juga perlu memperluas peran dalam kegiatan kemanusiaan. Koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) diperlukan untuk mendeteksi berbagai potensi kerawanan, termasuk yang berkaitan dengan bencana maupun persoalan sosial di masyarakat.
Ernes menilai, ruang kerja PMI tidak perlu terbatas pada penanganan ketika bencana terjadi. Organisasi tersebut juga dapat mengambil peran dalam pembinaan generasi muda dan remaja, terutama menghadapi persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Harapan kita, dari arahan Ketua PMI Provinsi, bagaimana kami juga mampu mendeteksi bersama-sama dengan OPD, terutama tentang kerawanan dari sisi musibah,” ungkapnya.
Dalam kepengurusan baru, PMI Malinau juga melibatkan tenaga berlatar belakang kesehatan. Ernes menyebut terdapat dua dokter yang bergabung, yakni seorang dokter gigi dan seorang dokter yang pernah menjabat sebagai kepala dinas kesehatan.
Menurutnya, keterlibatan tenaga medis tersebut berkaitan dengan kebutuhan organisasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
“Karena ini berhubungan dengan kemanusiaan dan kesehatan, mereka lebih cepat tahu. Jadi, responsnya juga diharapkan bisa lebih baik. Makanya kita mengambil dokter ini untuk membantu kita,” ujarnya.
Meski demikian, jangkauan pelayanan masih menjadi tantangan, mengingat Kabupaten Malinau memiliki 15 kecamatan dengan kondisi geografis yang beragam. Ernest menjelaskan, pengembangan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah kawasan perkotaan relatif lebih memungkinkan dibandingkan dengan wilayah perbatasan dan pedalaman.
Kendala serupa juga dihadapi dalam penanganan bencana di kawasan terpencil. Jarak dan kebutuhan transportasi menjadi pertimbangan tersendiri ketika PMI harus memberikan dukungan ke wilayah yang sulit dijangkau.
“Di beberapa PMR yang dalam jangkauan, kita masih bisa, seperti di sekolah-sekolah daerah perkotaan. Begitu mau membangun atau membentuk PMR di daerah perbatasan dan pedalaman, itu menjadi permasalahan pertama. Yang kedua, jika ada bencana di daerah perbatasan dan pedalaman, jangkauannya terlalu jauh,” jelasnya.
Ernest mencontohkan wilayah Apau Kayan yang membutuhkan perjalanan udara sekitar satu jam 15 menit hingga satu jam 30 menit. Ketersediaan penerbangan dan kebutuhan biaya juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan untuk menjangkau kawasan tersebut.
PMI Malinau akan melanjutkan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sekaligus mendukung agenda pemerintah daerah dalam bidang kemanusiaan. Ernes menegaskan, penguatan organisasi perlu berjalan seiring dengan kesiapan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Tapi intinya, Palang Merah Indonesia Malinau siap mendukung semua program pemerintah,” tutupnya. (*/hr)







