TARAKAN, Headlinews.id – Ribuan atlet dan ofisial diperkirakan akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 di Kabupaten Malinau pada 10–22 November mendatang. Menjelang pelaksanaan, kesiapan jalur evakuasi, penyelesaian fasilitas pertandingan, hingga ketersediaan penginapan menjadi bagian yang perlu dipastikan panitia.
Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov II Kaltara 2026, Dr. Wiyono Adie, M.SE., MPPM, mengatakan hasil peninjauan pada 14 September lalu menunjukkan kondisi arena pertandingan secara umum sudah memadai. Sejumlah pekerjaan masih diperlukan untuk menyempurnakan fasilitas sebelum digunakan.
“Secara umum kondisi venue sudah cukup baik. Tinggal beberapa bagian yang perlu dimatangkan dan diselesaikan sebelum pertandingan berlangsung,” ujarnya.
Selain kelayakan arena, perhatian juga diberikan pada pengaturan akses di lokasi pertandingan. Panwasrah telah menyampaikan masukan mengenai kebutuhan pintu keluar-masuk serta jalur khusus untuk evakuasi demi mendukung keselamatan peserta dan penonton.
“Pengaturan akses perlu diperhatikan, termasuk pintu untuk evakuasi. Harus jelas jalur keluar-masuknya agar pergerakan orang di area pertandingan bisa lebih tertata,” kata Wiyono.
Masukan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap fasilitas yang akan digunakan selama Porprov. Penyelesaian aspek keselamatan perlu dipastikan agar arena tidak hanya siap digunakan untuk pertandingan, tetapi juga mendukung penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
Kebutuhan tempat tinggal bagi kontingen juga menjadi perhatian menjelang kedatangan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltara. Wiyono menyebut panitia besar atau PB Porprov telah mendata sejumlah pilihan akomodasi untuk menyesuaikan kebutuhan atlet dan ofisial.
“Pilihan penginapan bukan hanya hotel. Ada guesthouse dan rumah penduduk yang juga sudah diinventarisasi oleh PB Porprov untuk menampung kontingen,” ungkapnya.
Jumlah peserta diperkirakan lebih dari 4.000 orang, mencakup atlet, pelatih, manajer, dan ofisial. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan karena jumlah pasti peserta akan diketahui setelah proses pendataan dan pendaftaran kontingen selesai.
Kedatangan peserta pun dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Kontingen tidak harus tiba secara bersamaan, melainkan dapat menyesuaikan waktu keberangkatan dengan jadwal pertandingan yang diikuti.
Menurut Wiyono, atlet yang datang lebih awal memiliki kesempatan untuk mengenali arena dan menyiapkan diri sebelum bertanding. Pengaturan tersebut juga dapat membantu kontingen menyesuaikan kebutuhan akomodasi dengan agenda perlombaan.
Jadwal pertandingan telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) pada 14 September lalu. Penyusunannya mempertimbangkan karakteristik setiap cabang olahraga, jumlah kelas yang dipertandingkan, serta sistem kompetisi yang digunakan.
Dalam persiapan fasilitas dan akomodasi, administrasi peserta juga memasuki tahapan lanjutan. Pendataan nama atlet atau entry by name dijadwalkan berakhir pada 25 Oktober, disusul pertemuan Chief de Mission (CDM) pada 28 Oktober dan Delegation Registration Meeting (DRM) pada 1 November 2026.
Wiyono menegaskan, seluruh persiapan tersebut perlu diselesaikan secara terkoordinasi agar pelaksanaan Porprov di Malinau berjalan sesuai rencana. Pemeriksaan kondisi arena, penyempurnaan akses keselamatan, serta pengaturan akomodasi menjadi bagian dari persiapan menjelang pembukaan kompetisi.
“Persiapan harus terus dimatangkan, baik fasilitas pertandingan, akses keselamatan maupun akomodasi kontingen. Semua perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan agar Porprov dapat berjalan tertib sesuai jadwal,” tutupnya. (saf)










