TARAKAN, Headlinews.id – Kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarakan kembali mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara yang digelar di Kabupaten Nunukan, 2–4 Juli 2026. Tarakan tampil dominan dengan mengoleksi 11 medali emas, 6 perak, dan 16 perunggu.
Hasil tersebut menempatkan PWI Tarakan di puncak klasemen akhir. Tuan rumah PWI Nunukan berada di posisi kedua dengan raihan 7 emas, 8 perak, dan 8 perunggu, sedangkan PWI Bulungan menempati peringkat ketiga setelah mengumpulkan 2 emas, 6 perak, dan 14 perunggu.
Dari total 20 medali emas yang diperebutkan, lebih dari separuhnya berhasil dibawa pulang kontingen Tarakan.
Ketua PWI Tarakan, Andi Muhammad Rizal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang maksimal sehingga mampu mempertahankan gelar juara umum.
“Apresiasi luar biasa untuk seluruh kontingen PWI Tarakan yang telah berjuang habis-habisan demi menjaga marwah dan martabat daerah sebagai juara umum,” ujarnya.
Menurut Andi, keberhasilan tersebut merupakan buah dari konsistensi latihan, kekompakan tim, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh anggota kontingen selama mengikuti pertandingan.
Namun, ia mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat atlet cepat berpuas diri.
Pasalnya, tantangan yang lebih besar telah menanti pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Evaluasi dan peningkatan kemampuan harus segera dilakukan agar kontingen Kaltara mampu bersaing di level nasional.
“Tapi ingat, di atas langit masih ada langit. Porwanas 2027 akan menjadi panggung yang lebih kompetitif. Jadikan piala hari ini sebagai bahan bakar, bukan sebagai sandaran untuk bermalas-malasan. Segera evaluasi, perbaiki kekurangan, dan mari tatap Porwanas 2027 dengan persiapan yang jauh lebih matang,” tegasnya.
Ketua SIWO PWI Tarakan, Hendi Rustandi, juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah tampil maksimal pada setiap cabang olahraga.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil dari kerja keras dan kekompakan seluruh kontingen.
“Saya apresiasi seluruh perjuangan teman-teman di semua cabor yang dipertandingkan. Mereka telah mengeluarkan segala kemampuannya untuk bisa merebut kembali gelar juara umum di Porwada kedua ini,” katanya.
Hendi mengatakan dominasi Tarakan terlihat dari keberhasilan meraih 11 dari total 20 medali emas yang diperebutkan.
Meski demikian, hasil tersebut tetap harus menjadi bahan evaluasi agar kualitas, kemampuan, dan mental bertanding atlet semakin meningkat pada Porwada berikutnya.
“Dengan raihan 11 emas dari total 20 emas yang diperebutkan, otomatis kita masih mendominasi. Namun ke depan, pada Porwada ketiga, kita harus lebih meningkatkan lagi kualitas, skill, dan mental bertanding,” ujarnya.
Ia mengakui masih ada beberapa cabang olahraga yang belum mampu memenuhi target sehingga gagal mempertahankan medali emas.
Kondisi tersebut akan menjadi perhatian dalam menyusun program pembinaan dan persiapan menghadapi kejuaraan selanjutnya.
“Meski bisa keluar sebagai juara umum, ada beberapa cabor yang tidak sesuai harapan, dan bahkan harus kehilangan medali emas, seperti tenis meja dan catur,” ungkapnya.
Menurut Hendi, perkembangan kemampuan atlet dari daerah lain menunjukkan persaingan pada Porwada mendatang akan semakin ketat.
Seluruh atlet diharapkan terus meningkatkan kemampuan agar dapat mempertahankan prestasi sekaligus membawa nama baik Tarakan dan Kalimantan Utara di tingkat nasional.
“Semoga untuk Porwada selanjutnya kontingen Tarakan dapat lebih maksimal lagi, lantaran setiap daerah, terutama Bulungan dan Nunukan, saat ini mengalami perkembangan luar biasa atletnya di hampir semua cabor,” pungkasnya. (saf)







