TARAKAN, Headlinews.id – Festival budaya Iraw Tengkayu kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Pencapaian tersebut menjadi kali kelima secara berturut-turut bagi agenda budaya tahunan Kota Tarakan itu terpilih dalam 100 besar event nasional, sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan dampaknya terhadap sektor pariwisata maupun perekonomian daerah.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan, Drs. M. Zainuddin Mas’ud A.H., mengatakan masuknya Iraw Tengkayu ke dalam KEN merupakan bentuk pengakuan terhadap penyelenggaraan festival yang dinilai memiliki daya tarik dan potensi dalam mengembangkan sektor pariwisata.
“Alhamdulillah untuk kelima kalinya Iraw Tengkayu masuk dalam Karisma Event Nusantara. Mudah-mudahan saat kurasi tahun depan kita bisa masuk lagi,” katanya, ditemui di sela kegiatan pawai budaya Iraw Tengkayu, Sabtu (4/6/2026).
Ia menjelaskan, setiap event yang telah masuk dalam KEN tetap harus melalui proses evaluasi dan kurasi pada tahun berikutnya.
Penilaian dilakukan terhadap sejumlah aspek, mulai dari kualitas penyelenggaraan hingga dampak yang dihasilkan bagi sektor pariwisata dan ekonomi.
“Hasil kegiatan ini akan dikurasi lagi, dampaknya terhadap pariwisata kemudian ekonomi. Setelah itu baru dilihat lagi kriterianya oleh kurator. Kalau memenuhi, masuk lagi,” ujarnya.
Menurut Zainuddin, Iraw Tengkayu bukan hanya menjadi ruang pelestarian budaya masyarakat pesisir Tarakan, tetapi juga berfungsi sebagai atraksi wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari luar daerah.
“Sebagai dinas yang mengampu pariwisata, tentu kegiatan ini menjadi atraksi wisata yang diharapkan mampu mendatangkan orang ke Kota Tarakan,” tuturnya.
Ia berharap meningkatnya jumlah wisatawan akan berdampak terhadap bertambahnya lama tinggal (length of stay) dan besarnya pengeluaran (spending) wisatawan selama berada di Tarakan.
Kondisi tersebut diyakini akan memberikan manfaat bagi sektor perhotelan, restoran, hingga meningkatkan penerimaan daerah.
Selain itu, pelaksanaan festival juga diharapkan memberi manfaat langsung kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ribuan peserta maupun pengunjung yang datang dinilai berpotensi meningkatkan transaksi ekonomi selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Kalau tadi 4.000 orang ikut, katakan saja satu orang belanja Rp10 ribu untuk membeli minuman, nah itulah yang terdampak langsung kepada UMKM,” ucapnya.
Zainuddin optimistis penyelenggaraan Iraw Tengkayu akan terus berkembang sebagai agenda budaya sekaligus destinasi wisata unggulan Kota Tarakan yang mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
“Kita berharap okupansi hotel meningkat, length of stay wisatawan bertambah, kemudian spending mereka selama ada atraksi wisata juga naik. Itu yang kita harapkan memberi dampak bagi pariwisata dan perekonomian Tarakan,” pungkasnya. (saf/rs)










