NUNUKAN, Headlinews.id – Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di Provinsi Kalimantan Utara dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
Pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, pemerintah pusat, hingga pihak swasta didorong memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih representatif di seluruh daerah.
Penilaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara, Bustan, usai meninjau sejumlah fasilitas yang digunakan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan, beberapa waktu lalu.
Menurut Bustan, meski pembangunan sarana olahraga terus berproses, kondisi fasilitas yang ada saat ini masih belum memadai untuk mendukung pembinaan olahraga secara optimal.
“Saya rasa masih berproses. Saya lihat memang perlu menjadi perhatian pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, atau mungkin juga diusulkan ke pemerintah pusat terkait fasilitas olahraga di Kalimantan Utara. Saya lihat masih sangat minim. Kita masih apa adanya saja,” katanya.
Ia mengungkapkan, peningkatan fasilitas olahraga tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Menurutnya, dunia usaha juga memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sarana olahraga sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan diharapkan dapat berkontribusi menyediakan fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun atlet di daerah.
“Bukan hanya pemerintah, tetapi kita coba berkolaborasi dengan pihak swasta. Kalau bisa swasta yang ada di Kalimantan Utara, baik perusahaan perkebunan, kehutanan maupun pertambangan, ikut membantu menyediakan fasilitas-fasilitas olahraga,” ujarnya.
Bustan mencontohkan sejumlah fasilitas dasar, seperti kolam renang dan lapangan bulu tangkis, yang menurutnya masih perlu ditingkatkan kualitas maupun ketersediaannya di beberapa daerah. Dengan fasilitas yang memadai, pembinaan atlet dinilai dapat berjalan lebih maksimal.
Selain mendukung prestasi olahraga, keberadaan sarana yang representatif juga diharapkan mampu mendorong masyarakat membudayakan olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Bustan menambahkan, pengembangan fasilitas olahraga di Kalimantan Utara akan mengacu pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang selanjutnya diterjemahkan menjadi Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD) sebagai pedoman pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di daerah.
“Itu yang menjadi konsen kita ke depan. Kita akan melihat peta jalan Desain Besar Olahraga Nasional yang nantinya akan diturunkan menjadi Desain Besar Olahraga Daerah,” ujarnya.
Menurut Bustan, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar fasilitas olahraga di setiap kabupaten dan kota semakin memadai.
Dengan dukungan sarana yang representatif, pembinaan atlet maupun pengembangan olahraga masyarakat di Kalimantan Utara diharapkan berjalan lebih optimal.
“Perlu upaya kolaborasi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, termasuk pihak swasta agar fasilitas olahraga di setiap kabupaten dan kota semakin representatif,” pungkasnya. (saf)







