TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Bantuan kemanusiaan dari masyarakat Kalimantan Utara mulai disiapkan untuk disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara bersama PMI kabupaten/kota berhasil menghimpun donasi sebesar Rp87.506.700 dari masyarakat.
Ketua PMI Kaltara Risdianto mengatakan, penggalangan dana dilakukan setelah terjadinya gempa dengan menggerakkan PMI di tingkat kabupaten dan kota. Dana tersebut selanjutnya disalurkan kepada tiga daerah terdampak, yakni Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.
“Dana yang berhasil kita kumpulkan sampai saat ini kurang lebih Rp87.506.700. Hari ini bantuan tersebut akan kita salurkan kepada tiga kabupaten terdampak, yaitu Nagekeo, Ngada dan Manggarai Timur,” kata Risdianto, Jumat (119/2026).
Menurutnya, bantuan tidak disalurkan dalam bentuk barang, melainkan berupa uang yang akan ditransfer melalui PMI di masing-masing kabupaten penerima. Mekanisme tersebut diharapkan memberikan ruang bagi PMI dan pemerintah daerah setempat untuk menyesuaikan penggunaan bantuan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
“Bantuan ini kita transfer melalui PMI kabupaten di tiga daerah tersebut. Pemanfaatannya nanti disesuaikan dengan strategi penanganan di sana, karena mereka yang lebih mengetahui kebutuhan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Risdianto menjelaskan, penggunaan dana nantinya tidak dibatasi pada satu sektor tertentu. PMI setempat bersama pemerintah daerah dapat menentukan kebutuhan yang paling mendesak, baik berkaitan dengan layanan kesehatan, pemulihan sosial masyarakat maupun kebutuhan lainnya yang muncul akibat bencana.
“Bentuk pemanfaatannya nanti cukup fleksibel. Bisa saja berkaitan dengan kesehatan, sosial kemasyarakatan, pengobatan atau kebutuhan lain yang memang diperlukan di lapangan. Kita serahkan kepada mereka untuk menentukan berdasarkan kondisi yang ada,” tutur Risdianto.
Ia menyebut nilai bantuan tersebut memang tidak besar jika dibandingkan dengan kebutuhan penanganan pascabencana. Namun, dana yang terkumpul merupakan hasil partisipasi masyarakat Kaltara sehingga tetap memiliki arti dalam membantu warga yang terdampak.
“Memang secara nominal ini relatif kecil karena berasal dari donasi masyarakat. Tetapi ini bentuk kepedulian masyarakat Kaltara. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa digunakan untuk membantu meringankan kebutuhan saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” katanya.
Risdianto memastikan pengelolaan donasi akan dilakukan secara terbuka. PMI Kaltara akan menyampaikan penggunaan dana secara resmi sebagai bagian dari pertanggungjawaban atas kepercayaan masyarakat yang telah memberikan bantuan.
“Setiap dana yang kita himpun tentu harus dipertanggungjawabkan. PMI selalu menyampaikan secara resmi hasil penggalangan dan penggunaannya, sehingga masyarakat dapat mengetahui bantuan yang mereka berikan disalurkan ke mana dan dimanfaatkan untuk apa,” ucapnya.
Penggalangan dana tersebut dilakukan segera setelah gempa terjadi. PMI Kaltara berkoordinasi dengan PMI kabupaten/kota untuk menghimpun bantuan dari masyarakat sebelum kemudian menentukan mekanisme penyalurannya ke daerah terdampak.
Risdianto menambahkan, respons PMI terhadap bencana tidak terbatas pada penggalangan dana. Organisasi kemanusiaan tersebut juga memiliki relawan dengan berbagai keahlian yang dapat dikerahkan sesuai skala dan kebutuhan penanganan bencana.
“PMI memang selalu berupaya hadir ketika terjadi bencana. Kita memiliki relawan dengan kemampuan di bidang kesehatan, dukungan psikologis, sosial maupun logistik. Saat kondisi dan skalanya membutuhkan intervensi, relawan juga bisa kita kerahkan ke lokasi bencana,” pungkasnya. (hr/*)







