TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Utara mendapat tambahan perlengkapan keselamatan untuk menghadapi risiko paparan asap dan partikel hasil pembakaran. Dukungan tersebut berupa 170 alat pelindung pernapasan yang disalurkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara.
Bantuan dari PLN UP3 Kaltara itu terdiri atas 90 Particulate Respirator N95 serta 80 Half Facepiece Reusable Respirator Medium yang dilengkapi Gas Cartridge Acid/Organic Vapor. Perlengkapan tersebut dapat digunakan personel sesuai kebutuhan dan kondisi lokasi ketika melakukan penanganan karhutla.
Manager PLN UP3 Kaltara Dody Suhendra mengatakan perlindungan pernapasan perlu masuk dalam kesiapan personel karena tugas penanganan karhutla membuat petugas berhadapan langsung dengan lingkungan yang terpapar asap.
“Petugas bekerja di lokasi dengan risiko paparan asap dan partikel pembakaran. Karena itu, kami memberikan dukungan perlengkapan pernapasan agar mereka memiliki perlindungan yang lebih memadai ketika menjalankan tugas di lapangan,” kata Dody.
Menurut Dody, aspek keselamatan personel perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman. Petugas dapat berada di lokasi dalam durasi tertentu, baik ketika melakukan pemadaman, pendinginan maupun memastikan tidak ada lagi titik api setelah proses penanganan.
Risiko yang dihadapi juga tidak selalu terlihat secara langsung. Asap dan partikulat dari kebakaran dapat mengganggu kondisi udara di sekitar lokasi sehingga penggunaan alat pelindung menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan selama personel bekerja.
“Penanganan karhutla memang membutuhkan kecepatan, tetapi petugas juga harus dibekali perlindungan yang sesuai. Kami berharap perlengkapan ini bisa digunakan pada kondisi yang membutuhkan sehingga personel dapat bekerja dengan lebih aman,” ujar Dody.
Dari sisi BPBD, tambahan alat pelindung tersebut memperkuat ketersediaan perlengkapan bagi personel yang sewaktu-waktu harus diterjunkan ke lokasi karhutla.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltara Rony Haryanto mengatakan kebutuhan perlindungan personel perlu disiapkan karena setiap lokasi memiliki kondisi medan dan tingkat paparan yang berbeda.
“Alat pelindung pernapasan sangat dibutuhkan ketika personel masuk ke wilayah yang terdampak asap. Kondisi lapangan tidak selalu sama, sehingga kesiapan perlengkapan juga harus mengikuti kebutuhan di lokasi,” kata Rony.
Selain paparan asap, akses menuju lokasi kebakaran masih menjadi persoalan dalam pengerahan personel. Rony menyebut kawasan Sajau dan Tanah Kuning termasuk wilayah yang membutuhkan kesiapan lebih dari sisi mobilisasi karena karakteristik akses menuju lokasi.
Personel juga perlu menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan titik api, arah angin dan kondisi lingkungan sekitar. Situasi tersebut membuat kebutuhan peralatan keselamatan perlu diperhitungkan sejak personel diberangkatkan.
“Beberapa lokasi cukup sulit dijangkau, termasuk Sajau dan Tanah Kuning. Kami harus memperhitungkan personel, peralatan dan waktu tempuh sebelum melakukan penanganan. Dukungan perlengkapan keselamatan seperti ini membantu kami mempersiapkan personel dengan lebih baik,” ujarnya.
Rony menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan dukungan berbagai pihak karena kebutuhan di lapangan dapat berkembang sesuai skala kejadian. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memperkuat kesiapan personel dan peralatan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat.
Perlindungan personel tidak terpisah dari strategi penanganan bencana. Ketersediaan alat pelindung perlu diikuti pemahaman mengenai penggunaan dan pemeliharaan peralatan sehingga dapat berfungsi saat dibutuhkan.
“Keselamatan petugas harus tetap diperhitungkan dalam setiap penanganan. Kami juga perlu memastikan personel memahami penggunaan alat yang tersedia, sehingga perlengkapannya benar-benar memberikan manfaat ketika mereka berada di lokasi karhutla,” pungkas Rony. (rn)







