Kamis, September 10, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home KALTARA

Satu Desa Satu Komoditas, Gagasan Pengembangan Pangan Kaltara

by Redaksi 2
10 September 2026
in KALTARA
A A
Satu Desa Satu Komoditas, Gagasan Pengembangan Pangan Kaltara

Jufri Budiman

TARAKAN, Headlinews.id – Pengembangan pangan di Kalimantan Utara dapat diarahkan melalui pembagian komoditas unggulan pada tiap desa. Pola satu desa satu komoditas membuat pengembangan pertanian lebih terarah sesuai potensi wilayah.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kaltara, Jufri Budiman, mengatakan setiap desa memiliki potensi berbeda. Kondisi itu dapat menjadi dasar dalam menentukan komoditas utama pada masing-masing wilayah.

“Konsepnya satu desa satu komoditas unggulan. Setiap desa melihat potensinya masing-masing. Ada desa cocok dengan padi, ada jagung, ada sayuran, ada telur, ada ikan, ada sapi, ada cabai. Tidak semua desa harus mengembangkan komoditas sama,” kata Jufri.

Menurut Jufri, Ketua III DPRD Kaltara ini lagi, desa tidak perlu mengembangkan seluruh jenis komoditas secara bersamaan. Pemilihan satu komoditas utama dapat membuat tenaga, lahan dan sumber daya desa diarahkan pada sektor paling potensial.

Pemetaan potensi menjadi tahap penting sebelum menentukan komoditas unggulan. Kondisi lahan, lingkungan, kemampuan masyarakat serta peluang produksi perlu diperhitungkan agar pilihan komoditas sesuai kondisi lapangan.

“Kita lihat dulu desa ini potensinya apa. Jangan semua diarahkan ke satu komoditas. Kalau lahannya cocok untuk cabai, kembangkan cabai. Kalau cocok untuk padi, kembangkan padi. Begitu juga dengan komoditas lain,” ujarnya.

Pola itu juga dapat membentuk sentra produksi pangan pada tingkat desa. Setiap wilayah memiliki peran berbeda, lalu hasil produksi dari berbagai desa dapat saling melengkapi kebutuhan pangan Kaltara.

Jufri mengatakan pembagian komoditas membuat pengembangan produksi lebih mudah dipantau. Pemerintah dan kelompok tani dapat melihat perkembangan berdasarkan komoditas serta wilayah produksi.

“Setiap desa punya potensi sendiri. Tinggal dipetakan, kemudian ditentukan komoditas unggulannya. Kalau sudah jelas, pengembangannya bisa lebih terarah dan hasilnya bisa terlihat,” jelasnya.

Menurutnya, konsep tersebut perlu diterapkan secara bertahap dengan melihat kesiapan masing-masing desa. Tidak semua wilayah memiliki kondisi lahan, sumber daya maupun kemampuan produksi sama.

Pengembangan komoditas unggulan juga perlu diarahkan pada hasil produksi nyata. Penetapan komoditas perlu diikuti target produksi agar setiap desa memiliki kontribusi jelas terhadap kebutuhan pangan daerah.

“Kita tidak perlu semua desa menghasilkan semua komoditas. Masing-masing punya unggulan. Ada desa menghasilkan padi, desa lain jagung, sayuran, ikan atau komoditas lain. Dari situ bisa saling melengkapi kebutuhan pangan Kaltara,” kata Jufri.

Jufri menegaskan pemetaan komoditas perlu menghasilkan pembagian peran antardesa. Dengan pola itu, produksi pangan dapat berkembang melalui sejumlah sentra sesuai potensi masing-masing wilayah.

“Kalau komoditasnya sudah ditentukan, tinggal bagaimana dikembangkan secara konsisten. Produksinya harus terlihat, kemudian kebutuhan pasar juga harus dihitung. Dengan begitu setiap desa punya peran dalam membangun ketahanan pangan Kaltara,” tutup Jufri. (saf)

 

Advertisement Banner

Baca Juga

Transaksi Peternakan Capai Rp1,2 Triliun, Cerminkan Tingginya Kebutuhan Kaltara
KALTARA

Transaksi Peternakan Capai Rp1,2 Triliun, Cerminkan Tingginya Kebutuhan Kaltara

10 September 2026
DPRD Kaltara Ungkap Potensi Walet dan Rumput Laut ke Pasar Internasional
KALTARA

DPRD Kaltara Ungkap Potensi Walet dan Rumput Laut ke Pasar Internasional

10 September 2026
Mantan Wabup Tana Tidung Laporkan Dugaan Pengrusakan Lahan di Juata Permai
KALTARA

Mantan Wabup Tana Tidung Laporkan Dugaan Pengrusakan Lahan di Juata Permai

10 September 2026
Polda Kaltara Intensifkan Pencegahan Karhutla, Water Cannon Diterjunkan Hingga Optimalkan Layanan Polisi 110
KALTARA

Polda Kaltara Intensifkan Pencegahan Karhutla, Water Cannon Diterjunkan Hingga Optimalkan Layanan Polisi 110

10 September 2026
Transaksi Jatim-Kaltara Tembus Rp2 Triliun, DPRD Kaltara Usulkan Misi Dagang ke Provinsi Lain
KALTARA

Transaksi Jatim-Kaltara Tembus Rp2 Triliun, DPRD Kaltara Usulkan Misi Dagang ke Provinsi Lain

9 September 2026
Program Pertanian Kaltara Perlu Pengawalan hingga Petani Mandiri
KALTARA

Program Pertanian Kaltara Perlu Pengawalan hingga Petani Mandiri

9 September 2026

Berita Populer

  • Wakapolda Kaltara Buka FGD STIK Lemdiklat Polri, Dorong Model Pemolisian Berbasis Manajemen Risiko dalam Penanganan Bencana

    Wakapolda Kaltara Buka FGD STIK Lemdiklat Polri, Dorong Model Pemolisian Berbasis Manajemen Risiko dalam Penanganan Bencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lokasi Arena Road Race Tarakan Clear, Pembangunan Ditargetkan Rampung Sebelum 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Pembunuhan di Tarakan, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Tarakan Bagikan Masker Bertahap, Sekolah Turut Disasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.