TARAKAN, Headlinews.id– Sarang burung walet dan rumput laut menjadi dua komoditas Kaltara yang masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan ke pasar luar negeri. DPRD Kaltara menyebut akses pasar menjadi salah satu persoalan yang perlu dibuka lebih luas.
Ketua DPRD Kaltara H. Achmad Djufrie, SE, MM, mengatakan potensi sarang burung walet di Kaltara cukup besar, tetapi akses pemasaran ke luar negeri belum dimiliki secara maksimal. Kondisi tersebut membuat perdagangan komoditas walet masih banyak bertumpu pada pasar lokal.
“Saat misi dagang dengan Jawa Timur, saya sudah sampaikan ke Ibu Gubernur, masih ada lagi beberapa produk yang banyak di tempat kita ini belum kita pasarkan. Salah satunya burung walet dan rumput laut,” kata Achmad.
Ia menyebut persoalan pasar menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan komoditas walet. Menurutnya, Kaltara memiliki produksi walet, tetapi belum memiliki jaringan pasar luar negeri yang cukup untuk menyerap komoditas tersebut.
“Tadi sarang burung walet itu kita banyak. Cuma pasar kita ke luar negeri tidak punya. Kita cuma main di lokal saja. Harusnya kita juga menembus ke pasar luar negeri di Hong Kong, Tiongkok maupun di Thailand,” ujarnya.
Achmad mengatakan terbatasnya pasar turut berpengaruh terhadap harga walet. Ketika pemasaran hanya mengandalkan pasar lokal, ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pembeli dengan nilai transaksi yang lebih baik juga menjadi terbatas.
“Sehingga harganya bisa naik. Sekarang kan harga burung turun. Kenapa? Karena kita punya pasar terbatas di lokal saja,” katanya.
Karena itu, pembukaan akses perdagangan ke sejumlah negara menjadi peluang bagi komoditas walet Kaltara. Hong Kong, Tiongkok dan Thailand disebut Achmad sebagai pasar luar negeri yang dapat dijajaki untuk memperluas pemasaran.
Selain sarang burung walet, rumput laut juga masuk dalam komoditas yang disebut memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas. Pengembangan kedua produk tersebut dapat menjadi bagian dari tindak lanjut hubungan perdagangan Kaltara dengan daerah lain maupun jaringan pasar luar negeri.
“Betul, betul sekali. Itu nanti next, semoga bisa terlaksana kerjasama kita nanti. Jadi, ada lagi transaksi-transaksi dagang, selanjutnya,” kata Achmad.
Menurut Achmad, peluang perdagangan tersebut perlu diikuti dengan penguatan akses informasi mengenai pasar yang tersedia. Kaltara perlu mengetahui kebutuhan dan jaringan pembeli di luar daerah maupun luar negeri agar produk yang dihasilkan dapat diarahkan ke pasar yang tepat.
Pernyataan tersebut juga berkaitan dengan dukungan DPRD terhadap kebijakan Pemprov Kaltara dalam memperluas hubungan dagang. Pertukaran informasi perdagangan antara Kaltara dan Jawa Timur, termasuk informasi dari luar negeri, dapat membantu pengembangan produk lokal.
“Kami mendukung. DPRD Kaltara mendukung kebijakan yang sudah diambil pemerintah provinsi, terutama dengan tukar informasi tentang dagang antara kedua provinsi, maupun tentang informasi dari luar negeri untuk kemajuan produk-produk lokal yang ada di tempat kita,” pungkasnya. (saf)










