TARAKAN, Headlinews.id – Ribuan pengendara menjadi sasaran pembagian masker Polres Tarakan menyusul kualitas udara di Kota Tarakan yang masuk kategori kurang baik. Pembagian masker dilakukan bertahap sebagai upaya mengurangi paparan udara bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat di tengah kondisi kualitas udara Tarakan.
“Kegiatan kita untuk pembagian masker ini merupakan wujud nyata kepedulian dari kepolisian terhadap masyarakat di Kota Tarakan,” kata Boni, Senin (7/9/2026).
Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi respons terhadap edaran Wali Kota Tarakan terkait kondisi indeks udara. Berdasarkan keterangan Boni, kualitas udara Kota Tarakan per 1 September masuk kategori kurang baik.
“Kita juga menyikapi apa yang sudah menjadi edaran atau surat edaran dari Wali Kota terkait dengan indeks udara yang ada di Kota Tarakan yang per 1 September itu sudah masuk dalam kategori kurang baik,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Boni, dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang terpapar udara secara langsung selama perjalanan.
“Ini mempunyai pengaruh dan dampak juga kepada aktivitas masyarakat, apalagi masyarakat pengguna jalan yang akan terpapar langsung dengan udara selama dalam perjalanan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Pada tahap awal, Polres Tarakan membagikan sekitar 500 hingga 600 masker. Pembagian tidak berhenti pada kegiatan pagi, tetapi akan dilanjutkan secara bertahap, termasuk pada kegiatan siang hari.
“Untuk masker hari ini kami sudah membagi sekitar 500 sampai 600 pcs masker. Ini akan kami laksanakan bertahap lagi setelah pagi ini, mungkin nanti di kegiatan siang,” kata Boni.
Selain menyasar pengendara, pembagian masker juga direncanakan dilakukan di lingkungan sekolah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjangkau masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.
“Ada beberapa juga kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Boni mengimbau masyarakat Tarakan tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Menurutnya, perlindungan diri diperlukan selama kualitas udara masih berada dalam kategori kurang baik.
“Kami imbau masyarakat untuk tetap memakai masker dalam melaksanakan kegiatan di luar untuk menjaga kesehatan, sampai kategori udara nantinya dinyatakan baik,” tegasnya.
Selain itu, Boni meminta masyarakat ikut menjaga lingkungan untuk mencegah kualitas udara semakin memburuk. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.
“Masyarakat juga harus peduli terhadap lingkungan. Jangan melakukan hal-hal yang bisa mengakibatkan, memicu timbulnya titik api yang nantinya bisa berkontribusi kepada makin buruknya kualitas udara yang ada di Kota Tarakan,” pungkasnya. (saf)









