TARAKAN, Headlinews.id – Sektor peternakan mencatat nilai transaksi sekitar Rp1,2 triliun dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Utara. Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menilai besarnya transaksi tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan Kaltara terhadap pasokan peternakan dari luar daerah.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Utara Agus Taufik mengatakan kebutuhan tersebut terus meningkat seiring dengan perkembangan aktivitas ekonomi di Kaltara, termasuk pengembangan kawasan industri. Ditambah lagi, sejumlah kebutuhan masyarakat masih belum seluruhnya dapat dipenuhi dari produksi daerah.
“Karena kebutuhannya semakin meningkat ya seiring dengan pengembangan kawasan industri, kemudian juga kebutuhan sehari-hari masyarakat yang barangkali belum dipenuhi sendiri oleh Kalimantan Utara. Ya, termasuk di sektor pertanian, ketahanan pangan, kemudian juga ada beberapa komoditas peternakan,” kata Agus, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan adanya peluang perdagangan antardaerah. Jawa Timur memiliki kapasitas untuk memasok sejumlah kebutuhan Kaltara, sementara Kaltara juga mempunyai komoditas unggulan yang dapat ditawarkan ke pasar Jawa Timur.
Agus menyebut Kaltara memiliki kekuatan pada sejumlah sektor, seperti pertambangan, kelapa sawit dan perikanan. Namun, setiap daerah memiliki keunggulan sekaligus kebutuhan yang berbeda sehingga hubungan perdagangan dapat menjadi ruang untuk saling melengkapi.
“Ini hal yang positif sebagai daerah yang kita kan kekayaannya di sektor pertambangan atau mungkin sawit. Sektor perikanan juga kita kan banyak ya. Nah, ini saya pikir tiap daerah punya kelebihan dan kekurangan,” ujarnya.
Misi dagang tersebut, lanjut Agus, mempertemukan pelaku usaha dari kedua daerah dalam satu forum. Pertemuan itu membuka peluang bagi pihak yang membutuhkan pasokan untuk bertemu dengan pihak yang memiliki produk.
Ia mengibaratkan proses tersebut seperti mempertemukan pembeli dan penjual yang memiliki kebutuhan masing-masing. Dengan pertemuan langsung, peluang kerja sama perdagangan dapat lebih mudah dikembangkan.
“Saya pikir ini kan mirip-mirip business matching juga ya. Dipertemukan dalam satu forum, ada misi dagang dan investasi, ada proses business matching di sana. Mudah-mudahan ibaratnya ketemu jodoh gitu ya, ada pembeli dan penjual,” kata Agus.
Besarnya transaksi pada sektor peternakan juga berkaitan dengan kebutuhan pangan Kaltara. Pemenuhan pasokan dari daerah lain dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan komoditas yang dibutuhkan masyarakat, terutama ketika produksi lokal belum mencukupi.
Agus melihat hubungan perdagangan seperti ini tidak semata-mata menjadi aktivitas jual beli antarpelaku usaha. Perdagangan antardaerah juga dapat mendukung pergerakan ekonomi ketika transaksi dan investasi semakin meningkat.
“Dengan adanya aktivitas perdagangan dan investasi yang semakin meningkat di Kalimantan Utara, tentunya ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (rs)









