NUNUKAN, Headlinews.id – Wilayah perbatasan Krayan di Kabupaten Nunukan kembali menjadi titik distribusi bantuan TNI Angkatan Udara melalui kegiatan bakti sosial Hari Bakti TNI AU ke-79 yang membawa sekitar lima ton logistik dan layanan kesehatan untuk masyarakat terpencil.
Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan pesawat Casa TNI AU dari Lanud Anang Busra, Rabu (17/6/2026), yang sekaligus membawa tim medis menuju wilayah yang hanya dapat diakses melalui jalur udara tersebut.
Bantuan kemudian didistribusikan kepada masyarakat di Kecamatan Krayan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AU memastikan kehadiran negara di wilayah perbatasan dengan keterbatasan akses dan infrastruktur.
“Krayan merupakan wilayah terdepan yang menjadi perhatian. Kehadiran TNI AU memastikan bahwa negara tetap hadir di wilayah perbatasan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Andreas.
Ia menegaskan peran TNI AU tidak hanya terbatas pada tugas pertahanan udara, tetapi juga mencakup dukungan terhadap kebutuhan sosial masyarakat di wilayah 3T.
“Selain menjaga kedaulatan udara, TNI AU juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat di wilayah terluar dan terpencil,” ujarnya.
Kegiatan bakti sosial ini berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026, dan dipusatkan di Aula Kecamatan Krayan setelah berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Bantuan yang disalurkan meliputi sembako seperti beras, gula, minyak goreng, kopi, teh, serta perlengkapan sekolah berupa sepatu untuk pelajar.
Selain bantuan logistik, tim medis juga memberikan layanan kesehatan gratis kepada sekitar 300 warga. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Maguwo Sakti ’97 (Alumni AAU 1997), Biro Umum Kementerian Pertahanan RI, Bank Indonesia Kalimantan Utara, dan PT Mandiri Inti Perkasa.
Menurut Andreas, kolaborasi lintas pihak tersebut membantu memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat di wilayah perbatasan yang sulit dijangkau.
“Sinergi ini dilakukan agar bantuan dan layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan di wilayah perbatasan,” kata dia.
Kegiatan turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, tokoh adat, LVRI, serta perwakilan Kadin perbatasan Kalimantan Utara. (*/rs)









