TARAKAN, Headlinews.id – Rencana pembangunan laboratorium karantina baru disiapkan untuk menggantikan fasilitas pengujian yang masa pinjam pakai lahannya berakhir tahun ini. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara kini mengupayakan lokasi baru di kawasan bandara untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Kepala BKHIT Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, mengatakan laboratorium yang digunakan saat ini sebenarnya telah memenuhi standar akreditasi. Fasilitas tersebut telah mengantongi sertifikasi ISO 17020 dan ISO 17025.
Namun, pemindahan harus dilakukan karena masa pemanfaatan lahan yang digunakan saat ini akan berakhir. BKHIT Kaltara pun mulai menyiapkan lokasi baru agar pelayanan pengujian tetap berjalan.
“Laboratorium yang ada ini sebenarnya sudah laboratorium terakreditasi bagi kami. Namun seiring dengan berakhirnya masa pemanfaatan lahan, mau tidak mau kami harus memindahkan laboratorium ke tempat baru,” ujar Ichi, Senin (13/7/2026).
Untuk lokasi pembangunan, BKHIT Kaltara mengajukan penggunaan lahan melalui skema pinjam pakai di kawasan bandara. Langkah tersebut dipilih agar anggaran pembangunan dapat lebih difokuskan pada kebutuhan fisik gedung dan fasilitas pendukung laboratorium.
“Yang paling utama mungkin kami menggunakan pinjam pakai lahan di areal dekat bandara. Jadi dananya nanti bisa lebih fokus ke fisik,” katanya.
Ichi menyebut koordinasi dengan pihak bandara telah berjalan baik. Sejumlah lokasi telah disiapkan sebagai alternatif, namun penentuan akhir masih menunggu kepastian titik dan luas lahan yang akan digunakan.
“Selama ini kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi dengan bandara berjalan baik. Ada beberapa lokasi yang memang memungkinkan untuk dibangun. Tinggal nanti soal luasannya dan titiknya, setelah fix akan kami masukkan untuk proses perencanaan pembangunan tahun berikutnya,” jelasnya.
Apabila proses penyediaan lahan berjalan sesuai rencana, pembangunan laboratorium baru tersebut diharapkan dapat dimulai pada tahun depan.
Ichi mengatakan besaran anggaran pembangunan masih dalam pembahasan bersama biro perencanaan di tingkat pusat. Menurutnya, pembangunan laboratorium tidak hanya memperhitungkan gedung utama, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung yang harus memenuhi standar.
“Kalau masalah anggaran tentunya nanti kami koordinasi dengan biro perencanaan pusat. Harapannya bisa berstandar internasional, artinya bukan hanya bangunan, tetapi juga fasilitas-fasilitas pendukungnya,” ungkapnya.
Laboratorium baru nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti instalasi karantina hewan, ikan, dan tumbuhan, ruang penanganan sampel, sistem pengelolaan limbah, serta area pemusnahan sampel.
Selain itu, BKHIT Kaltara juga berencana meningkatkan fasilitas insinerator untuk mendukung proses pemusnahan sampel secara aman dan sesuai standar.
“Laboratorium itu bukan hanya tempat pengujian. Ada pengelolaan limbah, ada instalasi karantina hewan, ikan, dan tumbuhan, kemudian ada area pemusnahan sampel. Semua harus tertangani secara standar,” jelas Ichi.
Ia menambahkan, pembangunan laboratorium baru harus mengikuti standar teknis yang telah ditetapkan, mulai dari bangunan, tata ruang, prosedur kerja, sumber daya manusia, hingga sistem manajemen mutu.
Hal tersebut diperlukan karena laboratorium yang berpindah lokasi harus kembali melalui proses asesmen untuk memastikan standar ISO tetap terpenuhi.
“Memindahkan laboratorium tidak semudah langsung pindah bangunan. Ada fungsi-fungsi yang harus ikut dipindahkan, termasuk proses yang dijamin melalui ISO. Nanti harus menyesuaikan kembali untuk asesmen ISO 17020 dan ISO 17025,” katanya.
Setelah pembangunan selesai, laboratorium baru belum dapat langsung digunakan sebelum seluruh proses sertifikasi terpenuhi. BKHIT Kaltara akan kembali mengajukan proses akreditasi kepada Komite Akreditasi Nasional (KAN).
“Baru bisa difungsikan kalau sudah keluar sertifikat ISO-nya. Jadi sambil jalan nanti, bangunan sudah ada, kita proses sertifikasinya agar ketika operasional bisa langsung memenuhi standar,” ujar Ichi.
Selama proses pembangunan berlangsung, pelayanan pengujian karantina dipastikan tetap berjalan. BKHIT Kaltara akan mengupayakan perpanjangan pinjam pakai laboratorium yang digunakan saat ini hingga gedung baru selesai dibangun.
“Harapannya pinjam pakai bisa diperpanjang. Ketika bangunan baru sudah ada, nanti kita bisa segera pindah dan pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya. (saf)










