TARAKAN, Headlinews.id – Tegangan listrik yang naik-turun masih menjadi keluhan pelanggan di Jalan Teratai, kawasan Pasir Putih, Tarakan. Kondisi tersebut dikeluhkan mengganggu penggunaan sejumlah peralatan rumah tangga, termasuk pendingin ruangan, saat tegangan mengalami penurunan.
Manager PLN ULP Tarakan, Ghusaebi, S.T., mengatakan PLN telah menerima informasi dari pelanggan terkait kondisi tegangan di kawasan tersebut. Saat ini, PLN masih menelusuri data pengaduan yang masuk melalui kanal layanan resmi untuk memastikan waktu laporan pertama dan riwayat tindak lanjutnya.
“PLN telah menerima informasi dan masukan dari pelanggan terkait kondisi tegangan listrik di wilayah Jalan Teratai, Pasir Putih. Saat ini kami masih melakukan penelusuran terhadap data pengaduan yang tercatat pada kanal layanan resmi PLN untuk memastikan waktu penerimaan laporan pertama serta riwayat tindak lanjut yang telah dilakukan,” ujar Ghusaebi.
Dari evaluasi awal, persoalan tegangan di kawasan tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan listrik dan pertumbuhan jumlah pelanggan. Bertambahnya beban listrik membuat sistem distribusi membutuhkan penguatan agar kualitas pasokan tetap terjaga.
Ghusaebi menjelaskan, kondisi tegangan dapat dipengaruhi sejumlah faktor, baik dari jaringan distribusi maupun karakteristik beban listrik di suatu wilayah. Karena itu, PLN masih melakukan pengukuran dan evaluasi di lapangan sebelum menentukan penanganan.
Kondisi tersebut juga dapat berpengaruh terhadap kinerja peralatan listrik warga. Kapasitas daya pelanggan, termasuk pelanggan dengan daya 35 Ampere, berbeda dengan kualitas tegangan yang diterima. Jika tegangan berada di luar rentang kerja yang dipersyaratkan, kinerja peralatan seperti AC dapat menurun.
“Daya pelanggan menunjukkan batas maksimum penggunaan listrik yang tersedia di instalasi pelanggan, sedangkan tegangan merupakan parameter kualitas pasokan listrik yang diterima. Kinerja peralatan listrik, termasuk AC, dipengaruhi oleh kesesuaian tegangan yang diterima dengan spesifikasi operasional peralatan tersebut,” katanya.
Terkait informasi warga mengenai adanya peralatan untuk menstabilkan tegangan yang disebut telah berada di lokasi namun belum dipasang selama lebih dari satu tahun, PLN belum memberikan kepastian. Informasi tersebut masih diverifikasi untuk memastikan jenis peralatan, status penggunaannya dan keterkaitannya dengan rencana penguatan sistem.
“PLN perlu memastikan terlebih dahulu jenis peralatan, status penggunaannya, serta keterkaitannya dengan rencana penguatan sistem di lokasi tersebut. Kami memilih untuk menyampaikan informasi setelah seluruh data dan fakta teknis terkonfirmasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.
Proses verifikasi tersebut membuat PLN belum dapat memastikan jadwal pemasangan maupun unit yang akan menangani pekerjaan. Penentuan akan dilakukan setelah kebutuhan teknis dan rencana pekerjaan ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi lapangan.
Dalam waktu dekat, PLN akan melanjutkan persiapan penguatan jaringan di kawasan tersebut. Tahapannya meliputi survei lapangan, pengukuran kondisi teknis jaringan, penentuan titik pengembangan jaringan serta koordinasi kebutuhan perizinan dan pelaksanaan pekerjaan.
Sementara mengenai keluhan warga yang mengaku telah melapor hingga empat kali, PLN juga masih menelusuri riwayat pengaduan melalui kanal resmi. Menurut Ghusaebi, persoalan tegangan tidak selalu dapat diselesaikan dengan penanganan gangguan sesaat karena dalam kondisi tertentu dibutuhkan penguatan jaringan.
“Tidak seluruh permasalahan tegangan dapat diselesaikan melalui penanganan gangguan sesaat. Dalam beberapa kasus, diperlukan evaluasi teknis yang lebih mendalam untuk menentukan kebutuhan penguatan jaringan sehingga solusi yang diberikan dapat bersifat menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Ghusaebi.
Untuk penanganan jangka panjang, PLN membuka kemungkinan pengembangan jaringan tegangan rendah, perubahan konfigurasi jaringan hingga penambahan kapasitas transformator. Namun, bentuk penguatan tersebut masih menunggu hasil kajian teknis di lapangan.
“Untuk lokasi Pasir Putih, kebutuhan penanganan akan ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi teknis sehingga solusi yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (saf)









