TARAKAN, Headlinews.id– Berbeda dengan sejumlah daerah di Jawa–Sumatera yang terdampak gangguan pasokan listrik akibat tekanan sistem dan isu defisit batubara nasional, kondisi kelistrikan di Tarakan tetap terjaga dalam keadaan stabil tanpa pemadaman bergilir.
Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tarakan, Ghusaebi, menjelaskan stabilitas tersebut tidak terlepas dari karakter sistem kelistrikan Tarakan yang bersifat terisolasi dan tidak terhubung dengan jaringan interkoneksi nasional.
“Sistem Tarakan ini merupakan sistem isolated yang terpisah dari sistem interkoneksi Kalimantan. Secara umum kondisi sistem saat ini dalam keadaan normal dengan kapasitas pasokan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Tarakan,” ujarnya.
Sistem yang berdiri sendiri tersebut membuat operasional kelistrikan di Tarakan memiliki pola pengelolaan yang berbeda dibandingkan wilayah lain yang bergantung pada sistem pembangkit skala besar berbasis batubara.
Di Tarakan, seluruh kebutuhan listrik ditopang pembangkit lokal berbahan bakar gas dan BBM yang disesuaikan dengan kebutuhan beban harian.
Hal tersebut juga membuat Tarakan tidak terdampak isu defisit batubara nasional yang sempat memengaruhi sistem kelistrikan di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
“Isu batubara itu tidak berdampak ke kita karena sejak awal kita memang tidak memakai pembangkit berbasis batubara,” kata Ghusaebi.
Ia menegaskan sepanjang periode Mei hingga Juni 2026 tidak terdapat pemadaman bergilir akibat kekurangan daya di wilayah Tarakan.
Gangguan yang terjadi selama periode tersebut bersifat lokal dan langsung ditangani oleh petugas di lapangan.
“Yang terjadi di lapangan itu gangguan kecil dan bersifat lokal, bukan karena kekurangan daya. Semua langsung kami tangani agar tidak meluas,” ujarnya.
Menurut PLN, gangguan kelistrikan di Tarakan lebih banyak dipicu oleh faktor teknis seperti cuaca ekstrem, vegetasi atau pohon yang mendekati jaringan, aktivitas di sekitar jaringan, hingga kondisi peralatan kelistrikan.
Gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer, melainkan faktor eksternal di lapangan yang bersifat lokal dan sporadis.
“Kami melihat gangguan di lapangan umumnya karena cuaca, pohon, aktivitas sekitar jaringan, atau peralatan,” ujarnya.
Dalam menjaga keandalan sistem, PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh komponen kelistrikan, mulai dari pembangkit, jaringan distribusi, hingga ketersediaan energi primer.
“Kami melihat seluruh sistem secara menyeluruh, dari pembangkit, jaringan, sampai suplai energi primer, untuk memastikan semuanya tetap andal,” ujar Ghusaebi.
Ia menambahkan, sistem kelistrikan Tarakan saat ini didukung oleh pembangkit PLTMG dan PLTD yang dioperasikan secara fleksibel sesuai kebutuhan beban, dengan pengaturan cadangan daya secara dinamis.
“PLTMG dan PLTD kita operasikan sesuai kebutuhan beban. Jadi pengaturannya dinamis mengikuti kondisi sistem,” katanya
Untuk pasokan energi primer, PLN menyebut sistem di Tarakan ditopang oleh gas pipa serta skema regasifikasi LNG yang terus dimonitor secara berkala guna menjaga kontinuitas operasional pembangkit.
“Gas pipa dan LNG kita pantau secara berkala supaya operasional pembangkit tetap aman dan stabil,” ujarnya.
Pihaknya memastikan akan terus memperkuat keandalan sistem melalui optimalisasi pembangkit, pemeliharaan jaringan, serta pengembangan infrastruktur kelistrikan sesuai pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat.
Salah satu arah jangka panjang yang disiapkan adalah integrasi sistem Tarakan dengan jaringan interkoneksi Kalimantan.
“Salah satu arah penguatan sistem Tarakan adalah integrasi dengan sistem interkoneksi Kalimantan. Tujuannya agar sistem kelistrikan Tarakan tetap andal dan siap menghadapi pertumbuhan beban,” ujarnya.
Terkait penggunaan listrik, saat ini PLN tidak mengeluarkan imbauan penghematan listrik, namun tetap mengajak masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak.
“Tidak ada imbauan penghematan listrik, tetapi kami tetap mengajak masyarakat menggunakan listrik secara bijak dan menjaga keselamatan,” katanya.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keandalan listrik dengan menghindari aktivitas di dekat jaringan listrik serta segera melaporkan potensi gangguan di lapangan agar dapat ditangani lebih cepat.
“Kalau ada potensi gangguan di lapangan, kami minta segera dilaporkan supaya bisa cepat ditangani,” ujarnya. (saf)










