TARAKAN, Headlinews.id – Sistem pembayaran lintas negara melalui QRIS Cross Border membuka kemudahan transaksi bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia, termasuk di wilayah Kalimantan Utara.
Skema tersebut memungkinkan pengguna dari kedua negara melakukan pembayaran menggunakan sistem QR masing-masing saat bertransaksi di negara tujuan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara Agus Taufik mengatakan layanan tersebut menjadi bagian dari perkembangan sistem pembayaran digital yang dapat mendukung aktivitas masyarakat lintas negara.
“QRIS Cross Border memungkinkan masyarakat Indonesia melakukan transaksi di Malaysia menggunakan QRIS. Sebaliknya, masyarakat Malaysia juga dapat menggunakan sistem pembayaran mereka untuk bertransaksi di Indonesia, termasuk ketika datang ke Kalimantan Utara,” ujar Agus.
Posisi Kaltara yang berbatasan dengan Malaysia membuat layanan tersebut memiliki relevansi terhadap aktivitas masyarakat di kedua wilayah. Kemudahan pembayaran dapat digunakan ketika masyarakat melakukan perjalanan maupun aktivitas ekonomi di negara tetangga.
Menurut Agus, penggunaan QRIS Cross Border juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pembayaran yang semakin terhubung antarnegara.
Sistem tersebut memberikan alternatif pembayaran bagi masyarakat tanpa harus bergantung pada transaksi tunai ketika berada di negara tujuan.
“Jadi sistemnya sudah memungkinkan transaksi dua arah. Masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Malaysia bisa memanfaatkan QRIS untuk melakukan pembayaran. Begitu juga masyarakat Malaysia yang datang ke Indonesia dapat menggunakan kanal pembayaran mereka untuk bertransaksi di sini,” katanya.
Implementasi pembayaran lintas negara tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat antara Kaltara dan Malaysia. Aktivitas kunjungan, perdagangan maupun kegiatan lainnya dapat didukung dengan pilihan pembayaran digital yang lebih praktis.
Agus menyebut pengembangan infrastruktur telekomunikasi tetap menjadi faktor penting dalam memperluas pemanfaatan transaksi digital. Jaringan yang semakin merata akan memudahkan masyarakat mengakses layanan pembayaran ketika berada di berbagai wilayah.
“Perluasan jaringan telekomunikasi tetap menjadi hal penting. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sama-sama mendorong pemerataan jaringan agar masyarakat di Kalimantan Utara semakin mudah menggunakan transaksi digital, termasuk ketika memanfaatkan layanan lintas negara,” tuturnya.
Penggunaan QRIS Cross Border juga diperkenalkan dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 di Kaltara. Salah satu kegiatan yang berkaitan dengan agenda tersebut adalah Kaltaran 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Tarakan, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan lari tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari Kaltara dan daerah sekitarnya. Agus menyebut terdapat pula peserta dari Malaysia yang turut datang mengikuti kegiatan tersebut.
“Besok ada Kaltaran 2026 dengan jarak 8,1 kilometer dan pesertanya sekitar 1.500 orang. Ada juga informasi peserta yang datang dari Malaysia. Momentum seperti ini sekaligus menunjukkan hubungan masyarakat antarwilayah semakin terbuka, termasuk dalam pemanfaatan sistem pembayaran digital,” jelasnya.
Agus menilai kemudahan transaksi lintas negara dapat menjadi bagian dari perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan. Penguatan konektivitas pembayaran menjadi salah satu unsur yang mendukung mobilitas masyarakat Indonesia dan Malaysia.
“QRIS Cross Border memberikan kemudahan bagi masyarakat kedua negara untuk bertransaksi. Ketika masyarakat Malaysia datang ke Kaltara, mereka dapat menggunakan kanal pembayaran yang tersedia, begitu pula masyarakat kita ketika beraktivitas di Malaysia,” pungkas Agus. (rs)








