TARAKAN, Headlinews.id – Lima tahun berturut-turut masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi modal bagi Pemerintah Kota Tarakan untuk membawa Festival Iraw Tengkayu naik kelas.
Pemkot menargetkan festival budaya kebanggaan masyarakat Tarakan itu mampu menembus 45 besar event pariwisata unggulan nasional.
Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan Iraw Tengkayu telah menjadi bagian dari 100 besar Karisma Event Nusantara selama lima tahun berturut-turut.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar mampu bersaing dengan event budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini adalah tahun kelima kita masuk di dalam Karisma Event Nusantara. Jadi 100 Karisma Event Nusantara ini menjadi agenda pariwisata nasional yang terdaftar di Kementerian Pariwisata,” katanya, disela kegiatan Festival Iraw Tengkayu di Tarakan, Sabtu (4/6/2026).
Menurut Khairul, target berikutnya bukan sekadar mempertahankan posisi di KEN, melainkan meningkatkan peringkat Iraw Tengkayu ke jajaran 45 besar event unggulan nasional.
“Kita sedang mengejar sebenarnya menaikkan peringkat kita dari 100 ke 45,” ujarnya.
Ia optimistis peluang tersebut dapat diwujudkan apabila kualitas penyelenggaraan terus ditingkatkan, termasuk memperluas jangkauan promosi dan menghadirkan partisipasi dari luar negeri.
“Kalau lebih besar lagi dan bisa mengundang negara lain, mungkin kita bisa masuk nanti di delapan besar Karisma Event Nusantara,” ucapnya.
Khairul menegaskan, konsistensi penyelenggaraan menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian KEN.
Ia mencontohkan Gawai Dayak yang sebelumnya juga pernah masuk dalam Karisma Event Nusantara, namun tidak lagi menjadi bagian dari agenda tersebut karena penyelenggaraannya sempat terhenti.
“Dulu juga ada Gawai Dayak, tapi sekarang Gawai Dayak enggak masuk karena sempat terputus,” katanya.
Selain mempertahankan Iraw Tengkayu, Pemkot Tarakan juga mulai menyiapkan Festival Budaya sebagai event yang berdiri sendiri.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kementerian Pariwisata agar Festival Budaya tidak lagi digabungkan dalam rangkaian Iraw Tengkayu.
“Dulunya Festival Budaya itu dirangkai. Satu minggu Festival Budaya, habis itu karnaval, lalu pelarungan Padaw. Kemarin Kementerian Pariwisata meminta supaya Festival Budaya dengan Festival Iraw Tengkayu dipisah,” jelasnya.
Menurut Khairul, pemisahan itu diharapkan memberi ruang bagi Festival Budaya untuk berkembang sebagai agenda wisata tersendiri.
Pemerintah Kota Tarakan pun mempertimbangkan penyelenggaraannya pada Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan atau menjelang Hari Jadi Kota Tarakan.
“Saya harapkan nanti Festival Budaya bisa digelar pada Agustus, sekalian merayakan Hari Kemerdekaan atau mendekati hari ulang tahun kota. Mudah-mudahan nanti ada beberapa event lagi, seperti Festival Budaya, yang bisa kita masukkan ke KEN,” pungkasnya. (saf)










