TARAKAN, Headlinews.id – Dugaan balap liar di Jalan Sungai Maya RT 17, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, berujung maut. Dua pengendara sepeda motor Yamaha Aerox yang terlibat tabrakan dari arah berlawanan pada Minggu (12/7/2026) sekira pukul 17.30 Wita meninggal dunia akibat luka berat yang diderita.
Kasat Lantas Polres Tarakan, Iptu Ardi Wisnu Pradana, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai kecelakaan di kawasan belakang Polsek Tarakan Utara atau Jalan Sungai Maya Ring Road.
“Setelah kami datang ke lokasi, kejadiannya tabrakan depan dengan depan antara dua sepeda motor. Satu korban meninggal di tempat, sedangkan satu lagi sempat dibawa ke rumah sakit dan sekitar dua jam kemudian dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Korban diketahui berinisial AF (16), seorang pelajar yang mengendarai Yamaha Aerox kuning hitam bernomor polisi KU 3546 GS, serta NSS. (19), pengendara Yamaha Aerox biru hitam bernomor polisi KU 5062 GU. Keduanya merupakan warga Kelurahan Karang Harapan RT 1, Kota Tarakan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, A.F. melaju dari arah Sungai Maya menuju RS Bhayangkara dengan kecepatan tinggi. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor yang dikendarai NSS.
Akibat benturan tersebut, NSS. meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara AF. mengalami cedera kepala, patah gigi, luka lecet pada lutut kanan, dan patah tangan kiri. Korban sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kota Tarakan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Ardi mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan balap liar. Informasi awal yang diperoleh dari saksi menyebut kedua kendaraan sebelumnya melaju searah sebelum salah satu pengendara berputar balik dan bertabrakan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.
“Informasi awal yang kami dapat, mereka balapan. Awalnya searah, kemudian salah satu sudah berputar untuk kembali lagi, lalu terjadi benturan depan dengan depan. Tempat kejadian itu memang dulu sering dipakai balapan,” katanya.
Meski demikian, polisi masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan adalah kurangnya kehati-hatian pengendara saat berkendara.
Selain itu, kedua pengendara diketahui tidak mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor. Kondisi tersebut diduga memperparah cedera yang dialami korban.
“Dua-duanya tidak pakai helm. Luka yang paling berat di bagian kepala, bahkan keluar darah dari telinga. Kondisi kedua kendaraan juga mengalami kerusakan berat,” ungkap Ardi.
Ia menambahkan, kedua sepeda motor tersebut telah dimodifikasi. Polisi juga menemukan pengendara bukan merupakan pemilik kendaraan yang digunakan. Sepeda motor dipinjam dari rekan mereka yang turut berada di lokasi kejadian.
“Pengendaranya berbeda dengan pemilik motor. Pemilik kendaraan sudah kami mintai keterangan bersama saksi-saksi lainnya,” jelasnya.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa dua orang saksi, termasuk pemilik kedua sepeda motor. Polisi juga melakukan olah TKP lanjutan pada siang hari karena saat kejadian kondisi lokasi minim penerangan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan adanya unsur taruhan dalam dugaan balap liar tersebut.
“Tadi malam kami periksa para saksi, tidak ditemukan adanya taruhan uang. Yang jelas dugaan sementara adalah balapan liar,” katanya.
Saat ini Unit Gakkum Satlantas Polres Tarakan masih melanjutkan penanganan perkara dengan mengamankan barang bukti, memeriksa saksi, melengkapi administrasi penyidikan, serta mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Ardi juga mengimbau masyarakat, khususnya warga di kawasan Juata Laut dan Jalan Sungai Maya, agar segera melaporkan aktivitas balap liar melalui layanan darurat 110.
“Kami minta masyarakat segera melapor jika melihat balap liar. Orang tua juga diharapkan mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat kegiatan yang membahayakan. Terhadap pelanggaran seperti modifikasi kendaraan maupun balap liar akan kami tindak sesuai aturan lalu lintas,” tegasnya. (saf)










