TARAKAN, Headlinews.id – Pelepasan burung merpati menjadi bagian dari prosesi pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Tarakan, Selasa (13/10/2026). Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata bersama Wali Kota Tarakan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta anggota Persit mengikuti prosesi tersebut.
Pelepasan merpati menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menandai dimulainya pelaksanaan TMMD di Kota Tarakan. Setelah pembukaan, program tersebut memasuki tahap pelaksanaan dengan sejumlah sasaran fisik dan nonfisik yang telah disiapkan untuk dikerjakan selama 30 hari.
Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata mengatakan, pelaksanaan TMMD ke-130 mencakup berbagai pekerjaan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.
“Pelepasan merpati ini menjadi bagian dari rangkaian pembukaan TMMD ke-130 di Tarakan. Hari ini kita memulai pelaksanaan program yang sudah disiapkan, dengan sejumlah sasaran fisik dan nonfisik yang akan dikerjakan selama 30 hari ke depan,” ujar Danan.
Menurut Danan, pelaksanaan program tersebut melibatkan sejumlah unsur untuk mendukung pengerjaan sasaran yang telah ditetapkan. Keterlibatan pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat diperlukan agar setiap kegiatan dapat berjalan sesuai perencanaan.
“Dalam pelaksanaannya, kami melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, dan unsur masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak ini diperlukan supaya kegiatan TMMD bisa berjalan sesuai rencana dan sasaran yang sudah ditetapkan dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Selain pembangunan jalan dan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, TMMD ke-130 juga mencakup kegiatan sosial. Berbagai sasaran tersebut dijadwalkan berjalan beriringan selama pelaksanaan program di wilayah Tarakan.
“Selain pembangunan jalan dan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, ada juga kegiatan sosial yang kami laksanakan. Jadi, kegiatan TMMD ini memiliki beberapa sasaran yang dikerjakan secara bersamaan sesuai dengan perencanaan,” jelas Danan.
TMMD ke-130 dijadwalkan berlangsung pada 13 Oktober hingga 11 November 2026. Selama periode tersebut, pelaksanaan pekerjaan akan menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk faktor cuaca dan keterlibatan warga.
“Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sampai selesai. Kami juga memperhatikan kondisi di lapangan, termasuk cuaca dan keterlibatan warga, supaya pekerjaan yang dilaksanakan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Danan. (saf)










