NUNUKAN, Headlinews.id – Peluang kerja di sektor industri, pengolahan hasil perikanan, pembangunan infrastruktur, hingga perdagangan lintas batas menjadi bidang yang dapat dimasuki lulusan Politeknik Negeri Nunukan. Kesesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan daerah menjadi salah satu hal yang ditekankan Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang saat menghadiri wisuda ke-IV Politeknik Negeri Nunukan (PNN), Selasa (13/10/2026).
Dalam orasi ilmiahnya di Gedung Laboratorium Terpadu PNN, Zainal menguraikan peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri, terutama di wilayah perbatasan. Sebanyak 103 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi kelulusan tersebut.
“Lulusan pendidikan vokasi harus memiliki kemampuan yang bisa diterapkan di dunia kerja. Penguasaan teori perlu disertai keterampilan, inovasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan agar mereka bisa mengambil peluang yang tersedia di daerahnya,” ujar Zainal.
Ia mencontohkan sektor perikanan sebagai bidang yang dapat dikembangkan lulusan PNN, khususnya mereka yang menempuh program studi Teknologi Hasil Perikanan. Kabupaten Nunukan memiliki potensi komoditas laut, termasuk rumput laut, yang dapat diolah lebih lanjut agar menghasilkan produk dengan nilai jual lebih tinggi.
Menurut Zainal, pengolahan hasil perikanan perlu diarahkan pada diversifikasi produk sehingga komoditas yang dihasilkan nelayan dan pembudidaya tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Keterampilan pengolahan dan inovasi produk dapat membuka peluang usaha sekaligus memperluas pasar.
“Potensi perikanan perlu diikuti kemampuan mengolah hasilnya. Lulusan Teknologi Hasil Perikanan diharapkan mampu mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah, sehingga peluang ekonomi dari komoditas unggulan Nunukan bisa dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Peluang lain terdapat pada bidang teknik alat berat, seiring rencana dan pelaksanaan pengembangan kawasan industri serta proyek strategis di Kalimantan Utara. Zainal menyebut Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Kawasan Industri Pelabuhan Indonesia (KIPI), dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai sektor yang membutuhkan tenaga dengan kompetensi teknis sesuai bidangnya.
Ia meminta lulusan mempersiapkan diri agar dapat bersaing mengisi kebutuhan tenaga kerja pada berbagai proyek tersebut. Kesiapan itu mencakup keterampilan sesuai standar pekerjaan, kedisiplinan, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan industri.
“Lulusan dari Nunukan harus berani mengambil peluang dan mempersiapkan diri untuk mengisi posisi strategis dalam pembangunan daerah. Jangan sampai peluang yang tersedia justru lebih banyak diisi tenaga dari luar karena kita belum siap dari sisi keterampilan,” ucap Zainal.
Sementara itu, kompetensi teknik sipil infrastruktur perkotaan dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan sarana dan konektivitas wilayah. Salah satu kebutuhan yang disinggung Zainal ialah peningkatan akses jalan di kawasan pedalaman dan perbatasan, termasuk ruas Malinau–Krayan.
Adapun lulusan Administrasi Bisnis diharapkan mampu mengambil peran dalam pengembangan koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan lintas batas, serta ekonomi kreatif. Bidang tersebut dinilai memiliki ruang pengembangan seiring aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan.
“Setiap program studi memiliki peluang yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan daerah. Saya berharap para lulusan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh, melihat persoalan di sekitarnya, lalu mencari solusi yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Zainal.
Selain keterampilan teknis, ia mengingatkan para lulusan agar menjaga integritas, etos kerja, dan kedisiplinan ketika memasuki dunia kerja. Menurutnya, keberhasilan pendidikan vokasi perlu terlihat dari kemampuan lulusan beradaptasi, bekerja secara profesional, bahkan menciptakan lapangan usaha sendiri.
“Keberhasilan lulusan tidak cukup diukur dari ijazah yang diperoleh. Mereka juga perlu menunjukkan integritas, etos kerja, dan kemampuan memberikan solusi. Saya berharap ada lulusan yang mampu membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja, sehingga keberadaannya memberi dampak bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Wisuda ke-IV PNN tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Raden Iwan Kurniawan, Direktur PNN Arkas Viddy, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Andi Fajrul Syam, unsur Forkopimda, dosen, serta keluarga wisudawan. Dalam kesempatan itu, Zainal juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-27 Kabupaten Nunukan dan memberikan hadiah kepada wisudawan lulusan terbaik. (*)










