TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Kehadiran pecatur dari Tarakan dan Nunukan menambah persaingan dalam Turnamen Catur Piala Bupati Bulungan 2026. Kompetisi yang diikuti 192 peserta itu mempertemukan pemain dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga kategori umum di Aula Rumah Jabatan Bupati Bulungan, Tanjung Selor, Selasa (13/10/2026).
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, turnamen tersebut dapat dimanfaatkan untuk melihat kemampuan pecatur dari berbagai kelompok usia sekaligus menemukan atlet potensial yang dapat dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan.
“Pertandingan seperti ini memberi kesempatan kepada para pecatur untuk menguji kemampuan dan menambah pengalaman. Peserta juga bisa belajar dari persaingan dengan pemain lain, termasuk mereka yang datang dari luar Bulungan,” kata Syarwani.
Menurutnya, keikutsertaan peserta lintas daerah memberi nilai tambah bagi kompetisi. Para pecatur mendapat pengalaman menghadapi lawan dengan kemampuan dan strategi permainan yang berbeda.
“Dalam pertandingan catur, kemampuan membaca langkah lawan dan menyusun strategi sangat menentukan. Pengalaman bertanding seperti ini perlu terus diperbanyak, terutama untuk pecatur usia sekolah yang masih memiliki waktu panjang untuk berkembang,” ujarnya.
Turnamen yang diselenggarakan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bulungan tersebut diikuti 192 peserta dari sejumlah kategori. Jumlah peserta itu sekaligus memberi ruang bagi pengurus untuk melihat potensi pemain yang dapat diarahkan ke pembinaan lebih lanjut.
Syarwani menegaskan, pembinaan atlet tidak cukup dilakukan dengan mengandalkan penyelenggaraan turnamen. Latihan terarah dan pendampingan rutin diperlukan agar kemampuan pecatur muda berkembang serta memiliki kesiapan menghadapi kompetisi regional maupun nasional.
“Setelah turnamen selesai, pembinaan tetap perlu berjalan. Atlet yang memiliki potensi harus mendapat kesempatan berlatih secara rutin dan mengikuti kompetisi berikutnya, sehingga kemampuan mereka terus berkembang,” tuturnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan merencanakan pembangunan Sekolah Catur di Tanjung Selor dan Sekolah Tenis Meja di Tanjung Palas pada 2027. Fasilitas itu disiapkan untuk memperluas ruang pembinaan dan membantu pengembangan atlet sejak usia dini.
“Pembinaan sejak usia dini perlu mendapat perhatian serius. Kami berharap keberadaan sekolah olahraga nantinya bisa membantu menemukan dan mengembangkan kemampuan anak-anak, sehingga mereka memiliki jalur pembinaan yang lebih terarah,” kata Syarwani.
Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, calon atlet diharapkan dapat mengembangkan teknik, strategi permainan, serta pengalaman bertanding secara bertahap. Peran Percasi juga diperlukan untuk memetakan kemampuan atlet dan menentukan bentuk latihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Turnamen Piala Bupati Bulungan 2026 digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-236 Kota Tanjung Selor dan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulungan. Syarwani berharap kompetisi tersebut dapat diikuti dengan pembinaan yang konsisten setelah pertandingan berakhir.
“Target kita adalah menyiapkan atlet yang mampu bersaing. Percasi perlu terus melakukan pembinaan dan menjaring pemain potensial agar ke depan Bulungan memiliki pecatur yang bisa berprestasi di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya. (rn)










