TARAKAN, Headlinews.id – Sebanyak 186 jemaah calon haji asal Kota Tarakan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 4 Mei 2026. Pelepasan dilakukan di Gedung Serbaguna, Selasa (28/4/2026), dalam suasana khidmat yang dihadiri keluarga jemaah dan jajaran pemerintah daerah.
Momen ini juga menjadi perhatian karena Wali Kota Tarakan, Khairul, turut bergabung sebagai jemaah setelah menunggu cukup lama sejak mendaftar.
Seluruh jemaah akan terlebih dahulu diberangkatkan menuju embarkasi Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Berbagai tahapan persiapan telah dijalani, mulai dari pelunasan biaya, manasik haji, hingga pemeriksaan kesehatan.
Pemerintah daerah memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur agar para jemaah dapat berangkat dengan kondisi siap, baik secara administrasi maupun fisik.
Saat ditemui usai kegiatan, Khairul menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan momen penting yang harus disikapi dengan kesiapan penuh.
Ia mengingatkan perjalanan ini membutuhkan kondisi fisik dan mental yang stabil agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik.
“Ya tentu ini kesempatan yang sangat dinanti. Kita tahu tidak semua orang bisa langsung berangkat, jadi yang sudah dapat giliran ini harus benar-benar siap, terutama fisik dan mentalnya. Karena di sana aktivitasnya padat dan butuh ketahanan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, jemaah tidak hanya menjalankan ibadah secara pribadi, tetapi juga membawa identitas daerah dan bangsa, sehingga perilaku selama di sana perlu dijaga dengan baik.
“Kita ini kan membawa nama daerah juga. Jadi selama di sana, bagaimana bersikap, bagaimana berinteraksi dengan jemaah lain, itu harus dijaga. Tunjukkan sikap yang baik supaya memberi kesan positif,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan para jemaah untuk memperhatikan kondisi kesehatan mengingat pelaksanaan ibadah haji berlangsung cukup lama dan menguras tenaga. Ia menilai kesiapan fisik menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran ibadah.
“Perjalanan haji itu panjang, kurang lebih 40 hari. Jadi jangan sampai kelelahan. Jaga pola makan, istirahat cukup, dan jangan memaksakan diri kalau kondisi tidak memungkinkan. Itu penting supaya ibadah tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Khairul juga membagikan pengalamannya terkait masa tunggu yang cukup panjang hingga akhirnya mendapat kesempatan berangkat tahun ini. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang patut disyukuri.
“Kalau saya sendiri memang sudah lama menunggu, kurang lebih belasan tahun. Jadi ketika dapat kesempatan ini, ya tentu sangat disyukuri. Ini momen yang tidak semua orang bisa rasakan,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Tarakan berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, menjaga kesehatan selama di Tanah Suci, serta kembali ke tanah air dalam kondisi baik.
“Harapan lainnya, para jemaah dapat meraih predikat haji yang mabrur setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah,” harapnya. (*)








