TANA TIDUNG, Headlinews.id– Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD dan SMP tingkat Kabupaten Tana Tidung tahun 2026 resmi dibuka, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pengembangan bakat sekaligus penguatan karakter pelajar melalui kompetisi seni di luar pembelajaran akademik.
Pembukaan digelar di Gedung Pendopo Djaparuddin dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta peserta dari berbagai sekolah. Ajang ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas ruang ekspresi dan kreativitas siswa sejak usia dini.
Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri saat membuka kegiatan menyebut FLS3N sebagai wadah penting bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun mental percaya diri.
“FLS3N ini menjadi ruang bagi anak-anak kita untuk menunjukkan bakat yang mereka miliki, baik di bidang seni maupun kreativitas lainnya yang selama ini mungkin belum sepenuhnya terwadahi di sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman tampil di depan publik memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keberanian siswa.
“Ketika mereka tampil, mereka belajar mengatasi rasa takut, belajar percaya diri, dan itu akan sangat berguna bagi perkembangan mereka ke depan, baik di sekolah maupun di luar sekolah,” lanjutnya.
Sabri menegaskan, pendidikan tidak dapat hanya bertumpu pada aspek akademik. Pengembangan minat dan bakat perlu berjalan seiring untuk membentuk generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anak kita tidak cukup hanya kuat di pelajaran. Mereka juga harus diberi ruang untuk mengembangkan potensi lain, sehingga tumbuh menjadi generasi yang lebih lengkap secara kemampuan dan karakter,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya proses dalam setiap kompetisi. Menurutnya, pengalaman selama berlatih dan mengikuti lomba menjadi bagian yang jauh lebih bernilai dibanding sekadar hasil akhir.
“Yang paling berharga itu prosesnya. Dari latihan, kegagalan, sampai mereka bisa bangkit lagi, itu yang membentuk mental dan karakter,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar peserta tetap menjaga sikap selama mengikuti kegiatan. Etika dan kedisiplinan, kata dia, menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari penilaian.
“Silakan berkompetisi dengan maksimal, tunjukkan kemampuan terbaik, tetapi tetap jaga sikap, hormati sesama peserta, dan junjung sportivitas,” tegasnya.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tana Tidung, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, kepala sekolah, guru pendamping, serta para siswa peserta lomba.
Sabri menyampaikan harapan agar FLS3N terus menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi pelajar di daerah.
“Harapan kami, FLS3N ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak kita. Dari sini lahir generasi yang kreatif, percaya diri, dan siap bersaing di masa depan,” pungkasnya. (*)







