NUNUKAN, Headlinews.id– Ketimpangan layanan dasar di wilayah perbatasan Nunukan Selatan kembali menjadi isu penting dalam kegiatan reses Anggota DPRD Nunukan, selain berbagai keluhan warga terkait listrik, drainase, hingga layanan air bersih yang belum merata.
Reses Masa Sidang II yang digelar di Jalan Pattimura RT 03, Nunukan Selatan, Jumat (26/6/2026) malam, memperlihatkan masih adanya kesenjangan akses layanan publik antarwilayah, khususnya di lingkungan permukiman warga RT 03, RT 04, dan RT 05.
Sejak awal pertemuan, warga menekankan persoalan listrik sebagai salah satu kebutuhan paling mendasar yang belum sepenuhnya terpenuhi. Keterbatasan daya disebut membuat sejumlah rumah belum bisa tersambung jaringan baru.
Ketua RT 04, Korolus, menyebut persoalan listrik tersebut sudah berlangsung lama dan berdampak langsung pada kebutuhan dasar warga sehari-hari.
“Kalau untuk listrik ini memang masih menjadi kendala utama di kami. Ada sekitar lima sampai enam rumah yang belum bisa dipasang meteran baru karena daya yang ada tidak mencukupi. Kondisi ini sudah lama kami sampaikan, tapi sampai sekarang masih belum bisa teratasi,” ungkapnya.
Persoalan lain muncul pada sistem drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal. Setiap hujan turun, sejumlah titik permukiman kerap tergenang air dan mengganggu aktivitas warga.
“Setiap kali hujan, air langsung tergenang karena saluran drainase tidak berjalan dengan baik. Ini bukan hanya sekali dua kali terjadi, tetapi sudah sering dan belum ada penanganan menyeluruh,” tambahnya.
Kondisi tersebut juga dikaitkan warga dengan persoalan kesehatan lingkungan, termasuk munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga perbaikan sistem saluran air dinilai mendesak.
Tokoh masyarakat Wisang menambahkan, persoalan di wilayah tersebut tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tekanan ekonomi yang semakin berat dirasakan warga.
“Harga kebutuhan pokok terus naik, sementara penghasilan masyarakat tidak mengalami peningkatan yang seimbang. Ini sangat terasa bagi petani, peternak, dan pelaku usaha kecil di wilayah kami,” ujarnya.
Ia juga mengungkap persoalan distribusi LPG 3 kilogram, keterbatasan akses pendidikan, hingga layanan air bersih yang belum stabil di beberapa titik.
“Selain itu, masih ada anak-anak yang harus melewati jalur yang kurang aman untuk berangkat ke sekolah. Ini juga menjadi perhatian kami karena menyangkut keselamatan,” katanya.
Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Anggota DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, menilai rangkaian keluhan warga menunjukkan masih adanya ketimpangan layanan dasar yang perlu segera mendapat perhatian serius pemerintah daerah.
“Dari apa yang disampaikan masyarakat ini, kita bisa melihat masih ada ketimpangan layanan dasar di wilayah perbatasan yang harus segera dibenahi. Ini bukan hanya satu sektor, tetapi menyangkut listrik, infrastruktur, air bersih, hingga layanan publik lainnya yang harus berjalan lebih merata,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dibawa ke pembahasan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing sektor.
“Semua masukan ini tidak akan berhenti di sini. Kami akan dorong agar menjadi bahan pembahasan serius dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, supaya ada langkah nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” pungkasnya. (*)








