MALINAU, Headlinews.id– Persiapan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara mulai dimatangkan. Pemerintah Kabupaten Malinau bersama KONI dan Panitia Besar (PB) Porprov membahas pembagian tugas, koordinasi penyelenggaraan hingga pengelolaan pembiayaan.
Rapat dipimpin Bupati Malinau Wempi W. Mawa bersama Ketua Umum KONI Kabupaten Malinau Ernes Silvanus di Ruang Intulun Kantor Bupati Malinau, Kamis (1/10/2026). Sejumlah hal terkait kesiapan penyelenggaraan Porprov II Kaltara di Kabupaten Malinau dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Dari sekarang pembagian tugasnya harus jelas. Siapa yang menangani bagian tertentu, kebutuhan apa yang disiapkan, semua perlu dibicarakan. Jadi nanti ketika pelaksanaan sudah berjalan, masing-masing sudah tahu tugasnya,” ujar Wempi.
Menurut Wempi, koordinasi antarunsur penyelenggara perlu berjalan sejak tahap persiapan. PB Porprov, pemerintah daerah, KONI dan pihak terkait memiliki peran masing-masing yang perlu diselaraskan agar kebutuhan penyelenggaraan dapat ditangani sesuai kewenangan.
Pembiayaan juga menjadi salah satu hal yang dibahas dalam rapat. Sumber pendanaan berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Malinau maupun sumber lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan Porprov.
Wempi meminta pengelolaan dana dilakukan secara transparan sejak awal. Setiap sumber pembiayaan dan penggunaannya perlu memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.
“Anggarannya kita tata dari awal. Sumber dan penggunaannya harus jelas, kemudian pertanggungjawabannya juga harus jelas. Jadi ketika ada kebutuhan dalam pelaksanaan, kita tahu sumber dan mekanisme penggunaannya,” katanya.
Koordinasi cabang olahraga di Kabupaten Malinau juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Wempi meminta seluruh kebutuhan cabang olahraga dihimpun melalui KONI agar data dan kebutuhan masing-masing cabang dapat dikoordinasikan.
Fasilitas, dukungan penyelenggaraan serta pembinaan atlet menjadi bagian yang perlu didata. Pola tersebut diharapkan membuat komunikasi antara cabang olahraga, KONI dan pemerintah daerah lebih terarah.
“Cabang olahraga jangan berjalan sendiri-sendiri. Sampaikan kebutuhannya lewat KONI, kemudian kita koordinasikan bersama. Dari situ kita bisa melihat apa yang memang diperlukan, baik fasilitas maupun pembinaan atlet,” tutur Wempi.
Wempi mengatakan pelaksanaan Porprov juga perlu memberi ruang bagi penguatan pembinaan atlet di daerah. Selain mengejar prestasi dalam pertandingan, pengalaman selama menjadi tuan rumah dapat digunakan untuk melihat kebutuhan olahraga Malinau ke depan.
“Prestasi tentu kita perhatikan. Tapi dari penyelenggaraan ini kita juga bisa melihat bagaimana pembinaan atlet berjalan, apa yang masih kurang dan apa yang perlu diperbaiki. Itu bisa kita jadikan bahan untuk kegiatan olahraga berikutnya,” tegasnya.
Rapat tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah Porprov II Kaltara. Pembahasan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh PB Porprov, pemerintah daerah, KONI dan pihak terkait sesuai tugas masing-masing.
Wempi meminta komunikasi antarunsur tetap berjalan selama persiapan hingga pelaksanaan Porprov. Koordinasi yang terjaga diperlukan agar kebutuhan penyelenggaraan dapat ditangani sesuai pembagian tugas.
“Kalau koordinasinya berjalan dari awal, persoalan yang muncul bisa lebih cepat diketahui. Kita juga punya waktu untuk memperbaikinya sebelum pelaksanaan. Jadi semua pihak perlu terus berkomunikasi sampai Porprov selesai,” pungkas Wempi. (*)










