Rabu, November 4, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Tarakan

Karbon Mangrove Kaltara Capai 109 Ton Per Hektare, Harga Jual Tembus USD30

by Redaksi 2
4 November 2026
in Tarakan
A A
Karbon Mangrove Kaltara Capai 109 Ton Per Hektare, Harga Jual Tembus USD30

Muhammad Farid menjelaskan potensi cadangan karbon mangrove di Kalimantan Utara yang dapat dikembangkan melalui skema perdagangan karbon.

TARAKAN, Headlinews.id – Hutan mangrove di Kalimantan Utara menyimpan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui perdagangan karbon. Berdasarkan hasil penghitungan dalam kajian program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), cadangan karbon pada kawasan mangrove dengan tingkat kerapatan tinggi mencapai 109 ton per hektare. Nilainya berpeluang masuk dalam pasar karbon global dengan harga hingga USD30 per ton.

PIU Manager M4CR Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Muhammad Farid, menjelaskan tingginya cadangan karbon mangrove tidak hanya berasal dari batang dan vegetasi pohon, tetapi juga dari tanah yang menyimpan material organik. Sedimen yang terperangkap di dalam ekosistem serta serasah tumbuhan turut membentuk cadangan karbon dalam jumlah besar.

“Ekosistem mangrove ini memiliki kemampuan menyimpan karbon yang cukup besar. Bukan hanya dari pohonnya, tetapi juga dari tanah di bawahnya. Ada sedimen yang terperangkap, kemudian bercampur dengan serasah-serasah organik. Itu yang membuat cadangan karbon mangrove cukup tinggi dibandingkan ekosistem hutan yang tumbuh di tanah mineral,” ujar Farid.

BACA JUGA
  • Lima Jabatan Strategis Pemkot Tarakan Diisi, Manajemen Talenta Mulai Berjalan
  • KSP Mitra Usaha Tempuh Praperadilan, Kuasa Hukum Persoalkan Prosedur Penyitaan 
  • Atasi Genangan Jalan Gajah Mada, DPRD Tarakan Siapkan Penanganan Bertahap

Perbedaan kondisi vegetasi turut memengaruhi jumlah karbon yang tersimpan. Data M4CR menunjukkan kawasan mangrove dengan kerapatan tinggi memiliki cadangan karbon sekitar 109 ton per hektare. Sementara kawasan dengan kerapatan lebih rendah tercatat sekitar 57 ton dan 25 ton per hektare. Adapun vegetasi nipah memiliki angka sekitar 13 ton per hektare.

Menurut Farid, besarnya cadangan karbon tersebut membuka peluang ekonomi apabila kawasan mangrove dapat dipertahankan dan memenuhi persyaratan perdagangan karbon. Harga karbon di pasar bervariasi, mulai dari USD5 hingga USD20 per ton, bahkan berpotensi mencapai USD30 per ton bergantung pada kualitas proyek dan standar verifikasi yang digunakan.

Baca Juga  Lahan Tambak Jadi Runway Bandara Juwata, DPRD Kaltara Sebut Belum Dibayar

“Sekarang karbon sudah memiliki nilai ekonomi dan ada pasar yang memperdagangkannya. Harga yang kami ketahui ada yang sekitar USD5 per ton, tetapi di pasar internasional bisa mencapai USD20 bahkan USD30 per ton. Tentu harga tersebut bergantung pada kualitas proyek, bagaimana perhitungan karbonnya, serta standar yang digunakan,” ungkapnya.

Skema perdagangan tersebut memungkinkan perusahaan atau pihak yang menghasilkan emisi membeli kredit karbon dari proyek yang menjaga cadangan karbon di kawasan tertentu. Transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan pembelian atau purchase agreement setelah jumlah karbon dalam proyek dihitung dan memenuhi standar verifikasi.

“Konsepnya, perusahaan yang menghasilkan emisi dapat membeli kredit karbon dari proyek yang menjaga ekosistem. Jadi, ada pihak yang melakukan emisi dan ada pihak yang menjaga kawasan sehingga karbonnya tetap tersimpan. Transaksinya dilakukan berdasarkan kesepakatan pembelian, dengan jumlah karbon yang sudah dihitung dan diverifikasi sesuai standar,” terangnya.

Untuk memastikan jumlah cadangan karbon, penghitungan tidak hanya dilakukan berdasarkan kondisi vegetasi yang terlihat di permukaan. M4CR juga melakukan pengambilan sampel tanah guna mengetahui kandungan karbon di bawah permukaan. Kajian tersebut mencakup 20 plot permanen serta 200 titik pengambilan sampel tanah yang tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung.

“Perhitungan karbon tidak bisa dilakukan hanya dengan memperkirakan kondisi hutan dari atas. Kami mengambil sampel vegetasi melalui plot permanen dan sampel tanah yang tersebar di beberapa wilayah. Ada 20 plot permanen dan 200 titik pengambilan sampel tanah di Bulungan, Nunukan, serta Tana Tidung. Hasilnya dianalisis untuk mengetahui berapa cadangan karbon yang sebenarnya,” beber Farid.

Potensi ekonomi tersebut juga berkaitan dengan upaya mempertahankan kawasan mangrove dari perubahan fungsi lahan. Farid menyebut aktivitas pembukaan kawasan untuk tambak termasuk ancaman yang dapat mengurangi tutupan mangrove. Ketika pohon ditebang dan kawasan mengalami kerusakan, karbon yang sebelumnya tersimpan dalam vegetasi maupun tanah berpotensi terlepas.

Baca Juga  PDRB Kaltara 2024 Tetap Tumbuh, Meski Melambat Dibandingkan 2023  

“Kita melihat ada kawasan mangrove yang mengalami tekanan akibat pembukaan lahan, termasuk untuk tambak. Kalau aktivitas seperti ini terus berlangsung, cadangan karbon yang tersimpan di dalam tanah dan pohon bisa hilang. Padahal, kalau dikelola secara berkelanjutan, mangrove memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih besar dan manfaat ekologis yang bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Dalam pengembangan proyek, M4CR menyiapkan dua pendekatan aksi mitigasi. Pertama, restorasi melalui penanaman kembali pada kawasan mangrove yang telah terbuka. Kedua, perlindungan terhadap hutan mangrove yang masih terjaga agar tidak mengalami kerusakan maupun penurunan kualitas ekosistem.

“Dalam proyek ini ada dua pendekatan yang dilakukan. Kawasan yang sudah terbuka ditangani dengan restorasi atau penanaman kembali, sedangkan mangrove yang masih bagus dijaga agar tidak mengalami kerusakan. Keduanya sama-sama masuk dalam aksi mitigasi karena penanaman dapat menambah cadangan karbon, sementara perlindungan mempertahankan karbon yang sudah tersimpan,” jelasnya.

Farid menegaskan, nilai ekonomi dalam perdagangan karbon berasal dari cadangan karbon yang tetap tersimpan di dalam ekosistem, bukan dari pemanfaatan kayu mangrove. Dengan skema tersebut, menjaga tutupan hutan dan mempertahankan kondisi kawasan justru menjadi bagian utama untuk menghasilkan nilai ekonomi karbon.

“Yang memiliki nilai dalam perdagangan karbon ini adalah cadangan karbon di dalam ekosistemnya, bukan kayu atau pohon yang ditebang. Justru hutannya harus dipertahankan. Kalau mangrovenya ditebang, karbon yang tersimpan bisa terlepas. Jadi, nilai ekonominya muncul ketika kawasan tetap terjaga dan cadangan karbonnya dapat dibuktikan melalui pengukuran,” tegas Farid. (saf)

 

Tags: Cadangan Karbon MangroveHutan MangroveKalimantan Utarakarbon birukonservasi mangroveM4CRmangrove KaltaraMuhammad Farid.Nilai Ekonomi KarbonPerdagangan Karbon
Advertisement Banner

Baca Juga

RDP Intracawood Deadlock, 1.500 Pekerja Siapkan Mogok 6 November
Tarakan

RDP Intracawood Deadlock, 1.500 Pekerja Siapkan Mogok 6 November

4 November 2026
Larangan Vape Berlaku di Luar Dinas, Kapolres Tarakan Tegaskan Sanksi Pelanggar
Tarakan

Larangan Vape Berlaku di Luar Dinas, Kapolres Tarakan Tegaskan Sanksi Pelanggar

4 November 2026
DPRD Tarakan Desak Intracawood Segera Bayar Hak 1.500 Pekerja
Tarakan

DPRD Tarakan Desak Intracawood Segera Bayar Hak 1.500 Pekerja

4 November 2026
Rumah Harta Bersama Diduga Dijaminkan Kredit Rp1 Miliar, Kuasa Hukum RS Lapor Polisi
KRIMINAL

Rumah Harta Bersama Diduga Dijaminkan Kredit Rp1 Miliar, Kuasa Hukum RS Lapor Polisi

4 November 2026
Karyawan Idec Kembali Temui Kapolres, Penetapan Tersangka Dijanjikan Pertengahan November
Tarakan

Karyawan Idec Kembali Temui Kapolres, Penetapan Tersangka Dijanjikan Pertengahan November

4 November 2026
Proyek Karbon Mangrove Kaltara Diproyeksikan Masuk Pasar Global 2029
KALTARA

Proyek Karbon Mangrove Kaltara Diproyeksikan Masuk Pasar Global 2029

3 November 2026
Next Post
320 Peserta Latihan Kader Bela Negara Dibekali Materi Ketahanan Nasional

320 Peserta Latihan Kader Bela Negara Dibekali Materi Ketahanan Nasional

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Progres Pembukaan Jalan TMMD Ke-130 Tarakan Capai 75 Persen, Pembuatan Parit Terus Dikebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Penindakan Perbatasan, Bea Cukai Hibahkan Barang Bernilai Rp290 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Siapkan Anjungan Kaltara sebagai Pusat Promosi Daerah 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Pembongkaran Rumah Diduga Bandar Sabu di Nunukan, H Disebut Libatkan Anak Muda Jadi Kurir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.