Rabu, November 4, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home KALTARA

Proyek Karbon Mangrove Kaltara Diproyeksikan Masuk Pasar Global 2029

by Redaksi 2
3 November 2026
in KALTARA, Tarakan
A A
Proyek Karbon Mangrove Kaltara Diproyeksikan Masuk Pasar Global 2029

Pengembangan proyek karbon mangrove M4CR di Kalimantan Utara mencakup kawasan seluas 68.911 hektare di Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung.

TARAKAN, Headlinews.id – Potensi ekosistem mangrove di Kalimantan Utara mulai diarahkan untuk mendukung pengembangan pasar karbon global. Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tengah menyiapkan proyek karbon dengan cakupan kawasan mencapai 68.911 hektare yang tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung.

PIU Manager M4CR Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Muhammad Farid, mengatakan pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi mangrove sebagai penyerap emisi karbon sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan.

“Kalau melihat luasan mangrove yang masuk dalam rencana pengembangan, Kalimantan Utara memiliki potensi yang cukup besar. Ada sekitar 68.911 hektare kawasan yang kami siapkan untuk proyek karbon ini. Wilayahnya mencakup Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung. Potensi tersebut sedang kami persiapkan agar bisa dikembangkan sesuai standar proyek karbon,” ujar Farid, Selasa (3/11/2026).

BACA JUGA
  • Operasi Sarang Narkoba Tak Hanya Penindakan, Polisi Edukasi Orang Tua dan Pelajar
  • Said Hasan Perjuangkan Akses Listrik Tiga Desa di Sembakung
  • Kunker Perbatasan, Mendagri Tito Karnavian Tiba di Kaltara

Dari keseluruhan kawasan yang direncanakan, sebanyak 15.898 hektare berada di area Perhutanan Sosial. Sementara 53.012 hektare lainnya mencakup Kawasan Ekosistem Mangrove (KEM) maupun Areal Penggunaan Lain (APL).

Pengembangan proyek yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan dukungan Bank Dunia ini turut memasukkan aspek sosial sebagai bagian dari persiapannya. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan sasaran akan dilibatkan sejak tahap awal melalui mekanisme Persetujuan atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) atau Free, Prior and Informed Consent (FPIC).

Farid menjelaskan, pelibatan masyarakat berkaitan dengan keterbukaan informasi mengenai rencana kegiatan, hak masyarakat, hingga manfaat ekonomi yang berpotensi diperoleh dari proyek tersebut.

Baca Juga  Bupati Tana Tidung Hadiri HUT ke-26 Kabupaten Malinau, Tekankan Sinergi dan Kerja Sama Antar Daerah

“Dalam proyek ini, masyarakat tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penerima informasi. Mereka harus mengetahui sejak awal apa yang akan dikerjakan, bagaimana kawasan dikelola, serta apa saja hak yang mereka miliki. Persetujuan masyarakat menjadi bagian dari proses yang harus dipenuhi sebelum pengembangan proyek dilanjutkan,” jelasnya.

Skema pembagian manfaat atau benefit-sharing juga disiapkan untuk mengatur distribusi keuntungan dari proyek karbon. Pengaturan tersebut diarahkan agar masyarakat yang terlibat dalam perlindungan dan pengelolaan mangrove turut memperoleh manfaat ketika proyek mulai menghasilkan kredit karbon.

“Kami juga sedang mempersiapkan skema pembagian manfaat atau benefit-sharing. Jadi, ketika proyek ini nantinya menghasilkan kredit karbon, harus ada mekanisme yang jelas mengenai distribusi manfaatnya. Masyarakat yang ikut menjaga kawasan mangrove juga harus mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut,” katanya.

Dari aspek teknis, proyek karbon mangrove M4CR di Kaltara masih berada dalam tahap persiapan dengan mengacu pada standar Verra. Sebelum kredit karbon diterbitkan, proyek harus melewati validasi dokumen, audit lapangan, serta verifikasi hasil aksi mitigasi berupa rehabilitasi dan konservasi mangrove oleh lembaga independen.

“Sekarang proyeknya masih dalam tahap persiapan. Ada sejumlah tahapan teknis yang harus dilalui, termasuk validasi dokumen, audit lapangan, dan verifikasi oleh lembaga independen. Semua proses itu harus dipenuhi agar hasil pengelolaan mangrove dapat diakui dalam standar karbon yang digunakan,” ungkap Farid.

Penerbitan Verified Carbon Unit (VCU) atau unit kredit karbon dari proyek tersebut diproyeksikan berlangsung pada akhir 2028 atau awal 2029. Hingga saat ini, belum ada kredit karbon yang diterbitkan maupun diperdagangkan karena seluruh persyaratan pengembangan masih dalam proses pemenuhan.

“Untuk penerbitan kredit karbon, proyeksi kami berada pada akhir 2028 atau awal 2029. Jadi, saat ini belum ada kredit karbon yang diterbitkan ataupun diperdagangkan. Kami masih mempersiapkan seluruh persyaratan agar nantinya hasil dari proyek ini memenuhi ketentuan yang berlaku,” paparnya.

Baca Juga  Danan Wisnubrata: Bazar Sembako Murah Jadi Bentuk Kepedulian TNI kepada Warga

Sebelum memasuki tahap penerbitan kredit karbon, proyek ini dijadwalkan diperkenalkan secara resmi dalam agenda M4CR pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) di Turki, November 2026. Agenda tersebut sekaligus menjadi ruang memperkenalkan potensi ekosistem mangrove Kaltara dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat internasional.

“Kami menjadwalkan pengenalan proyek ini dalam agenda COP31 di Turki pada November 2026. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi mangrove Kalimantan Utara dalam agenda mitigasi perubahan iklim. Kami berharap pengembangan ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” tutup Farid. (saf/*)

 

Tags: BulunganCOP31Kalimantan UtaraM4CRMangroveNunukanProyek KarbonTana TidungVerra.
Advertisement Banner

Baca Juga

Lulik Hariyadi Terima Putusan Praperadilan, Tetap Bantah KSP Mitra Usaha Himpun Dana
Tarakan

Lulik Hariyadi Terima Putusan Praperadilan, Tetap Bantah KSP Mitra Usaha Himpun Dana

3 November 2026
Praperadilan KSP Mitra Usaha Ditolak, Hakim Nilai Prosedur Penyidik Terpenuhi
Tarakan

Praperadilan KSP Mitra Usaha Ditolak, Hakim Nilai Prosedur Penyidik Terpenuhi

3 November 2026
Tingkatkan Sanitasi Warga, Satgas TMMD Tarakan Tuntaskan Pembangunan MCK
Tarakan

Tingkatkan Sanitasi Warga, Satgas TMMD Tarakan Tuntaskan Pembangunan MCK

3 November 2026
Sejumlah Cabor Tak Lolos Persyaratan, KONI Tarakan Ungkap Kendala Porprov
Tarakan

Sejumlah Cabor Tak Lolos Persyaratan, KONI Tarakan Ungkap Kendala Porprov

3 November 2026
Puncak Pembongkaran Rumah Diduga Bandar Sabu di Nunukan, H Disebut Libatkan Anak Muda Jadi Kurir
KALTARA

Puncak Pembongkaran Rumah Diduga Bandar Sabu di Nunukan, H Disebut Libatkan Anak Muda Jadi Kurir

3 November 2026
Keresahan Warga Memuncak, Rumah Terduga Bandar Sabu Dibongkar
Tarakan

Keresahan Warga Memuncak, Rumah Terduga Bandar Sabu Dibongkar

3 November 2026

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Progres Pembukaan Jalan TMMD Ke-130 Tarakan Capai 75 Persen, Pembuatan Parit Terus Dikebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Penindakan Perbatasan, Bea Cukai Hibahkan Barang Bernilai Rp290 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Siapkan Anjungan Kaltara sebagai Pusat Promosi Daerah 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TMMD Ke-130 Kodim Tarakan Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD, Dorong Minat Generasi Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.