JAKARTA, Headlinews.id — Kalimantan Utara masuk dalam agenda pemerintah pusat untuk memperkuat fasilitas dan pelayanan kesehatan. Sejumlah program disiapkan mulai 2027, termasuk renovasi Puskesmas, pembangunan fasilitas baru hingga pembenahan rumah sakit daerah.
Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, mengatakan Kaltara memiliki karakter wilayah yang membutuhkan penguatan layanan kesehatan, terutama kawasan 3T dan perbatasan. Pemerintah juga akan melihat kebutuhan fasilitas serta tenaga medis di sejumlah wilayah Kaltara.
“Prioritas Presiden, kita punya 10.000 Puskesmas. Semuanya akan direnovasi mulai tahun 2027, dan ada 2.000 yang dibangun baru karena kondisinya sudah sangat tua,” kata Benjamin.
Program tersebut akan dijalankan melalui koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Untuk pembangunan Puskesmas baru, pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan karena fasilitas yang dibangun akan memiliki kapasitas dan desain yang lebih luas dibanding fasilitas lama.
“Daerah menyiapkan tanahnya karena Puskesmas yang baru lebih modern, tanahnya lebih luas. Jadi perlu koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain Puskesmas, pembenahan juga diarahkan ke rumah sakit daerah. Benjamin mengatakan renovasi RSUD akan dilakukan secara bertahap dalam rentang 2027 hingga 2029.
“Termasuk RSUD di daerah, itu semua akan direnovasi mulai 2027, 2028, 2029. Sehingga pelayanan kesehatan masyarakat didukung fasilitas yang mampu melakukan pemeriksaan dengan makin hari makin presisi,” tuturnya.
Untuk Kaltara, penguatan layanan kesehatan juga berkaitan dengan kondisi geografis dan keberadaan sejumlah wilayah perbatasan.
Jarak antardaerah serta akses menuju kawasan pelosok membuat kebutuhan tenaga medis menjadi bagian yang ikut diperhatikan pemerintah.
“Iya, 3T. Makanya kita kemarin ke Natuna dengan Ketua MPR, kita akan ke Kaltara karena Kaltara begitu banyak daerah yang sulit yang membutuhkan tenaga medis di pelosok-pelosok,” kata Benjamin.
Selain fasilitas kesehatan, agenda pemerintah di Kaltara berkaitan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pemberantasan tuberkulosis (TB).
Benjamin mengatakan Kaltara termasuk daerah yang akan dikunjungi setelah pemerintah melakukan sosialisasi program tersebut di sejumlah provinsi.
“Program prioritasnya adalah Cek Kesehatan Gratis dan pemberantasan tuberkulosis. Kami sudah keliling 27 provinsi. Tinggal beberapa provinsi lagi, termasuk Kaltara, untuk mensosialisasikan program supaya masyarakat Indonesia bebas TB,” pungkasnya. (saf)










