TARAKAN, Headlinews.id – Sejumlah persoalan sosial, ekonomi, perdagangan, dan perbatasan antara Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia, akan menjadi agenda utama Pertemuan Sosial Ekonomi (Sosek) Malindo yang digelar di Tarakan.
Forum bilateral itu diawali dengan evaluasi pelaksanaan kesepakatan pada pertemuan sebelumnya sebelum membahas usulan isu baru yang akan disepakati delegasi Indonesia dan Malaysia.
Pertemuan Sosek Malindo dijadwalkan berlangsung di Hotel Tarakan Plaza dan diikuti sekitar 140 peserta. Delegasi Sabah, Malaysia, berjumlah sekitar 60 orang, sedangkan delegasi Indonesia sedikitnya 80 orang yang terdiri atas unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Nunukan, serta instansi vertikal.
Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kalimantan Utara, Drs. H. Sanusi, M.Si., mengatakan pembahasan dalam forum itu difokuskan pada berbagai persoalan yang berkembang di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya antara Kalimantan Utara dan Sabah.
“Intinya yang kita bahas itu persoalan sosial dan ekonomi yang ada di perbatasan. Tapi bukan itu saja, ada juga hal-hal yang menyentuh masalah keamanan bersama antara Indonesia dan Malaysia,” kata Sanusi, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, pembahasan tidak hanya berfokus pada persoalan yang telah menjadi perhatian dalam kerja sama kedua negara selama ini, tetapi turut mengakomodasi berbagai isu yang berkembang di kawasan perbatasan.
Setiap usulan yang dibawa dalam forum akan dibahas bersama oleh delegasi Indonesia dan Malaysia untuk melihat urgensi, ruang lingkup, serta tindak lanjut yang dapat disepakati. Fokus pembahasan diarahkan pada persoalan yang belum memiliki pengaturan maupun yang masih memerlukan penyelesaian bersama.
“Jadi isu-isu yang kita bahas itu persoalan yang memang ada dalam hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan yang sudah ada, itu yang nanti kita bahas bersama,” ujarnya.
Untuk mempermudah pembahasan, agenda pertemuan dibagi ke dalam tiga kelompok kerja yang menangani bidang berbeda. Kelompok kerja tersebut meliputi Kelompok Kerja Sosial Budaya, Kelompok Kerja Ekonomi dan Perdagangan, serta Kelompok Kerja Perbatasan.
Masing-masing kelompok akan menghimpun masukan sesuai bidangnya sebelum hasil pembahasan dibawa ke sidang bersama delegasi Indonesia dan Malaysia.
“Nanti pembahasannya dibagi dalam tiga kelompok kerja. Ada Kelompok Kerja Sosial Budaya, Kelompok Kerja Ekonomi dan Perdagangan, lalu Kelompok Kerja Perbatasan. Masing-masing membahas sesuai bidangnya,” jelasnya.
Selain membahas isu baru, forum Sosek Malindo lebih dahulu mengevaluasi pelaksanaan berbagai kesepakatan yang dihasilkan pada pertemuan sebelumnya.
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana implementasi setiap kesepakatan, termasuk berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan. Hasil evaluasi itu kemudian menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan maupun usulan baru yang akan dibahas dalam forum tahun ini.
“Kesepakatan yang sudah diputuskan pada pertemuan sebelumnya kita evaluasi dulu. Kita lihat sudah sejauh mana pelaksanaannya, kalau memang belum terlaksana apa kendalanya, baru nanti diputuskan apakah dilanjutkan atau bagaimana,” katanya.
Sanusi menambahkan, setelah seluruh hasil evaluasi dibahas, kedua delegasi akan menyepakati isu-isu baru yang dinilai menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti. Setiap usulan akan dibahas bersama hingga memperoleh persetujuan kedua belah pihak sebelum dituangkan dalam hasil pertemuan.
“Kalau evaluasinya sudah selesai, baru kita memunculkan usulan isu-isu baru. Nanti delegasi Indonesia dan Malaysia sama-sama menyepakati mana yang akan dibahas dan menjadi kesepakatan bersama,” tambahnya.
Delegasi Sabah dijadwalkan mulai tiba di Tarakan pada 28 Juli. Sebagian rombongan menggunakan kapal feri dari Tawau menuju Tarakan, sedangkan peserta lainnya menempuh jalur penerbangan komersial dengan transit di Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tarakan.
“Ada yang naik feri dari Tawau ke Tarakan, ada juga yang menggunakan penerbangan komersial dan transit lebih dulu di Balikpapan sebelum ke Tarakan,” tutup Sanusi. (saf)










