TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Mengambil inspirasi dari keberhasilan Bali mempromosikan budaya lokal hingga mendunia, Anggota Komisi VII DPR RI, Hj. Rahmawati, mendorong penguatan promosi tarian dan tradisi Kalimantan Utara sebagai daya tarik wisata unggulan dalam sosialisasi strategi pemasaran event daerah, Senin (2/3/2026).
Dalam kegiatan yang digelar di Tanjung Selor tersebut, Rahmawati menekankan bahwa identitas budaya harus ditempatkan sebagai kekuatan utama dalam strategi promosi pariwisata. Menurutnya, ciri khas daerah menjadi pembeda di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat.
“Wisatawan saat ini mencari pengalaman yang autentik. Budaya kita memiliki nilai yang kuat dan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang datang,” ujarnya.
Ia menyebut ragam tarian Dayak, Tidung, dan Bulungan, serta tradisi adat dan festival pesisir sebagai aset yang dapat dikemas secara terencana dan profesional. Penyelenggaraan event budaya secara rutin dinilai mampu membangun citra destinasi yang konsisten.
“Kalau pertunjukan budaya dibuat terjadwal dan dipromosikan dengan baik, orang akan datang dengan perencanaan yang matang. Itu yang perlu kita bangun bersama,” katanya.
Rahmawati juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam promosi wisata berbasis digital. Konten kreatif di media sosial dinilai efektif memperluas jangkauan promosi hingga ke luar daerah.
“Anak muda Kaltara punya kreativitas luar biasa. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa menjadi duta promosi budaya melalui platform digital,” tegasnya.
Selain pertunjukan seni, ia mendorong penguatan wisata berbasis sejarah dan kearifan lokal. Cerita tentang kehidupan masyarakat sungai, tradisi pesisir, serta nilai-nilai adat dapat dirangkai menjadi paket wisata tematik yang menarik minat wisatawan.
Rahmawati berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, komunitas budaya, dan pelaku usaha dapat membentuk strategi promosi yang berkelanjutan dan terarah.
“Potensi budaya kita sangat besar. Jika dikelola dengan serius dan konsisten, Kalimantan Utara mampu tampil sebagai destinasi wisata yang memiliki identitas kuat di tingkat nasional,” tutupnya. (*/saf)










