TARAKAN, Headlinews.id – Seorang anak berusia lima tahun di Kota Tarakan, Zivian, masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma usai mengalami kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu.
Pasien hingga kini masih memerlukan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan dengan layanan spesialis yang tidak tersedia di Kota Tarakan, terutama untuk tindakan bedah saraf yang direkomendasikan tim medis.
Tim medis menyampaikan kondisi pasien membutuhkan tindakan operasi lanjutan di rumah sakit rujukan di luar daerah. Namun rencana pemindahan belum dapat direalisasikan karena keluarga terkendala biaya transportasi, akomodasi, serta kebutuhan pendamping selama perawatan.
“Kami sudah disampaikan dokter harus segera dirujuk karena kondisi anak masih koma, tapi sampai sekarang kami belum bisa karena biaya yang dibutuhkan sangat besar,” ujar ayah pasien, Burhan.
Burhan mengatakan keterbatasan tersebut membuat proses penanganan lanjutan belum dapat dilakukan, sementara kondisi pasien masih membutuhkan tindakan segera dari tenaga medis spesialis.
Ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah yang tidak memiliki layanan bedah saraf, sehingga rujukan menjadi satu-satunya opsi medis.
“Kalau ada dokter bedah saraf di sini mungkin kondisinya bisa lebih cepat ditangani. Saat ini kami hanya berharap ada bantuan agar rujukan bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Untuk kebutuhan tersebut, keluarga membuka donasi masyarakat guna membantu pembiayaan rujukan dan kebutuhan selama pengobatan di luar daerah.
Bantuan dapat disalurkan melalui rekening Bank BNI 0627304677 atas nama Burhan.
“Semoga ada warga yang bisa membantu meringankan biaya transportasi dan kebutuhan selama proses pengobatan nanti,” kata Burhan.
Ia berharap proses rujukan dapat segera dilakukan mengingat kondisi pasien masih kritis dan membutuhkan penanganan lanjutan.
“Harapan kami hanya satu, semoga anak kami bisa segera mendapatkan penanganan yang lebih lengkap di luar daerah,” tutupnya. (saf)










