TARAKAN, Headlinews.id– Dijanjikan pekerjaan layak di Kalimantan Utara, 15 pekerja asal Jawa Barat justru berakhir mendatangi Polres Tarakan setelah meninggalkan lokasi kerja di salah satu perkebunan karet di Kabupaten Bulungan. Mereka mengaku kondisi pekerjaan yang dijalani tidak sesuai dengan informasi yang diterima saat awal perekrutan.
Ke-15 pekerja tersebut mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tarakan pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 15.30 Wita untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami selama bekerja di wilayah Sajau, Kabupaten Bulungan.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Tarakan Iptu Rusli mengatakan, para pekerja datang untuk meminta penanganan setelah meninggalkan lokasi kerja.
“Mereka ke SPKT melaporkan ada persoalan dengan tempat mereka bekerja. Pengakuannya, awalnya mendapatkan tawaran pekerjaan di perkebunan karet di Sajau, Bulungan,” ujar Rusli, Jumat (7/8/2026).
Menurut Rusli, berdasarkan keterangan para pekerja, setelah tiba di lokasi dan mulai menjalani pekerjaan, kondisi yang mereka hadapi berbeda dengan informasi awal yang diterima sebelum berangkat dari Jawa Barat.
“Setelah sampai di sana dan mulai bekerja, ternyata kondisinya tidak sesuai dengan informasi awal. Akhirnya pekerja ini meninggalkan lokasi kerja dan datang ke Tarakan untuk meminta penanganan,” katanya.
Para pekerja kemudian melapor ke kepolisian untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami dengan pihak penyedia kerja. Polres Tarakan selanjutnya melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menentukan penanganan terhadap para pekerja tersebut.
Pihaknya sempat mengarahkan para pekerja ke Dinas Tenaga Kerja Kota Tarakan untuk dilakukan pendataan karena persoalan tersebut berkaitan dengan hubungan kerja.
“Kami dari kepolisian setelah menerima laporan, langsung melakukan koordinasi. Mereka kami arahkan ke Dinas Tenaga Kerja karena persoalannya berkaitan dengan pekerjaan,” jelasnya.
Namun, saat berada di Dinas Tenaga Kerja, para pekerja belum bersedia mengisi formulir pendataan. Mereka mengaku khawatir akan dikembalikan ke lokasi kerja sebelumnya.
“Takut nanti dikembalikan lagi ke tempat kerja. Akhirnya kami koordinasikan lagi dan dibawa ke Dinas Sosial,” kata Rusli.
Setelah itu, personel Polres Tarakan bersama piket Samapta mengantar para pekerja ke Dinas Sosial Kota Tarakan. Ke-15 orang tersebut kemudian diterima dan ditempatkan sementara di shelter Dinas Sosial sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
“Yang penting mereka mendapatkan tempat sementara dulu. Kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja supaya persoalan ini bisa ditangani sesuai kewenangannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan Yonsep mengatakan, keberadaan para pekerja tersebut pertama kali diketahuinya setelah adanya laporan masyarakat di wilayah Sebengkok pada Kamis sekitar pukul 11.00 Wita.
Yonsep menyebut, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan pengecekan dan menemukan 15 orang yang berada dalam kondisi membutuhkan bantuan.
“Jam 11 itu ada laporan masyarakat dari Sebengkok, bahwa ada orang terlantar. Saya minta dicek langsung, kemudian anggota kami turun ke lokasi. Setelah dicek ternyata benar ada 15 orang itu,” ujar Yonsep.
BPBD kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian serta instansi terkait untuk memastikan penanganan mereka.
“Kita koordinasi juga dengan provinsi, karena mereka ini sudah lapar. Ada paguyuban yang membantu, kita juga bantu sesuai kemampuan yang ada,” katanya.
Yonsep menjelaskan, para pekerja kemudian diarahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Sementara sebelum itu, kebutuhan makan mereka sempat dibantu secara bersama-sama.
“Setelah makan, saya arahkan ke Dinsos. Setelah ke Dinsos baru diproses secara administrasi di sana,” jelasnya.
Ia menyebut, para pekerja rencananya akan meninggalkan Tarakan pada 9 Agustus menggunakan kapal, namun masih membutuhkan kepastian terkait proses pemulangan.
“Mereka ini rencananya mau pulang tanggal 9 naik kapal, tapi mereka tidak punya biaya. Untuk sementara arahan pimpinan, ditampung dulu di shelter. Makannya menggunakan makanan siap saji,” katanya. (saf)










