Sabtu, September 12, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Tarakan

Cerita Asis dan 14 Pekerja Jabar Tinggalkan Sajau, Berangkat Kerja Berujung Minta Dipulangkan

by Redaksi 2
7 Agustus 2026
in Tarakan
A A
Cerita Asis dan 14 Pekerja Jabar Tinggalkan Sajau, Berangkat Kerja Berujung Minta Dipulangkan

Asis (41), koordinator pekerja asal Sukabumi, Jawa Barat, saat menceritakan pengalaman dirinya bersama 14 pekerja lain yang meninggalkan lokasi kerja di salah satu perkebunan karet di wilayah Sajau, Kabupaten Bulungan. Mereka mengaku sistem pekerjaan yang dijalani berbeda dengan informasi awal saat perekrutan.

TARAKAN, Headlinews.id – Pengakuan adanya perbedaan sistem pengupahan menjadi alasan 15 pekerja asal Jawa Barat meninggalkan lokasi kerja di salah satu perusahaan perkebunan karet di wilayah Sajau, Kabupaten Bulungan. Para pekerja menyebut mereka awalnya menerima informasi akan mendapat gaji bulanan, namun setelah tiba di lokasi justru menjalani sistem kerja borongan.

Salah satu pekerja, Asis (41), mengatakan rombongan mereka berangkat dari Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, setelah mendapat tawaran pekerjaan sebagai penyadap karet.

Menurutnya, tawaran pekerjaan tersebut diterima sekitar satu minggu sebelum keberangkatan. Mereka dijanjikan pekerjaan dengan sistem gaji bulanan sekitar Rp3,9 juta, ditambah sejumlah fasilitas.

“Yang dari Jawa Barat ke sini itu 21 orang. Diiming-imingi gaji Rp3,9 juta. Katanya bulanan, absensi Rp400 ribu, dapat beras 20 kilo satu bulan,” ujar Asis saat ditemui, Jumat (7/8).

Asis menyebut informasi pekerjaan tersebut berasal dari dua orang yang dikenalnya sebagai Hendra dan Abdul Manan. Keduanya disebut menawarkan pekerjaan kepada warga di daerah asal mereka.

“Baru kenal juga. Ada teman ke teman, cerita-cerita. Akhirnya ditawarkan pekerjaan. Kami pikir daripada di rumah tidak ada kerjaan, lebih baik berangkat,” katanya.

Ia mengatakan keberangkatan rombongan tersebut diatur hingga menuju lokasi kerja di Kalimantan Utara. Para pekerja berangkat dari Jawa Barat menuju lokasi perkebunan karet di Sajau, Kabupaten Bulungan.

Namun setelah tiba di lokasi kerja, Asis mengaku kondisi yang mereka jalani tidak sesuai dengan informasi yang diterima sebelum keberangkatan.

Menurutnya, para pekerja tidak mendapatkan sistem gaji bulanan seperti yang dijanjikan, melainkan menjalani masa training dengan sistem pembayaran harian.

“Pas sampai di sana ternyata gajinya borongan. Kami ikut training satu bulan. Selama training itu sehari Rp75 ribu,” jelasnya.

Asis menyebut selama masa training, mereka bekerja sekitar 20 hari dengan pendapatan sekitar Rp1,5 juta. Setelah dikurangi sejumlah kebutuhan, uang yang diterima sebagian pekerja disebut tidak lagi utuh.

“Aslinya Rp1,5 juta. Karena ada potongan kasbon dan kebutuhan lainnya, saya terima sekitar Rp1,1 juta,” ujarnya.

Ia mengatakan para pekerja kemudian mulai mempertanyakan kondisi tersebut karena sistem kerja yang dijalani berbeda dengan gambaran awal yang membuat mereka bersedia datang ke Kalimantan Utara.

“Kalau sudah produksi katanya sistemnya borongan, tergantung hasil. Ada yang dapat banyak, ada yang sedikit. Kami perhatikan setiap hari, kalau seperti itu bagaimana untuk keluarga di rumah,” katanya.

Asis menyebut mereka juga baru mengetahui detail kontrak kerja setelah berada di lokasi. Menurutnya, dokumen yang diberikan mencantumkan masa kerja selama satu tahun, sementara informasi awal yang mereka terima mengenai pola penghasilan berbeda.

“Pas dikasih lembarannya, kontraknya satu tahun. Kami tanya, katanya ada slip gaji Rp3,9 juta. Tapi dari pihak HRD bilang tidak ada slip gaji itu, kerjanya borongan,” ungkapnya.

Karena merasa kondisi pekerjaan tidak sesuai dengan informasi awal, sebanyak 15 pekerja memilih meninggalkan lokasi kerja dan menuju Kota Tarakan. Mereka kemudian mendatangi Polres Tarakan untuk meminta arahan dan penanganan.

“Kami pergi dari mess karena merasa tidak sesuai dengan perjanjian awal. Jadi kami pulang mencari solusi,” ujarnya.

Dari 21 pekerja asal Jawa Barat yang sebelumnya berangkat ke Sajau, enam orang lainnya masih berada di lokasi kerja. Asis menyebut mereka berada di divisi berbeda sehingga belum ikut meninggalkan perkebunan.

Menurut Asis, persoalan yang mereka alami bukan karena adanya pembayaran kepada pihak perekrut, melainkan karena informasi pekerjaan yang diterima sebelum keberangkatan.

“Bukan masalah kami kasih uang ke dia. Bukan. Ketipunya di informasi kerja yang dijanjikan,” tegasnya.

Ia juga menyebut persoalan serupa disebut pernah dialami pekerja lain yang berada di lokasi tersebut. Namun, informasi tersebut masih berdasarkan cerita para pekerja.

“Bukan kami saja. Sebelumnya juga ada orang Palembang yang kabur enam orang. Dari Tarakan juga ada empat orang yang bareng sama kami,” katanya.

Saat ini, para pekerja masih menunggu proses penanganan setelah berada di Kota Tarakan. Asis mengatakan uang yang mereka miliki terbatas karena sebagian sudah digunakan selama perjalanan dan kebutuhan sehari-hari.

“Kami pegang uang paling Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Harapannya ada bantuan supaya bisa pulang ke kampung halaman,” pungkasnya. (saf)

 

Tags: Dinas Sosial Tarakandugaan ketidaksesuaian upahKalimantan Utarapekerja Jawa Baratpekerja perkebunan karet Bulunganpekerja Sukabumipekerja terlantar TarakanPOLRES TARAKANSajau BulunganTanjung Palas
Advertisement Banner

Baca Juga

Misi Dagang Jatim-Kaltara Dukung Pengendalian Inflasi Pangan
KALTARA

Misi Dagang Jatim-Kaltara Dukung Pengendalian Inflasi Pangan

12 September 2026
Khairul Bawa Penataan ASN Tarakan dalam Pertemuan dengan Pemerintah Pusat
Tarakan

Khairul Bawa Penataan ASN Tarakan dalam Pertemuan dengan Pemerintah Pusat

11 September 2026
Desil DTSEN Berubah, Warga Tarakan Bisa Ajukan Pemutakhiran Data
Tarakan

Desil DTSEN Berubah, Warga Tarakan Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

11 September 2026
Transaksi Peternakan Capai Rp1,2 Triliun, Cerminkan Tingginya Kebutuhan Kaltara
KALTARA

Transaksi Peternakan Capai Rp1,2 Triliun, Cerminkan Tingginya Kebutuhan Kaltara

10 September 2026
Laporan Mantan Wabup Tana Tidung dan Enam Pemilik Lahan Masih Diproses Polres Tarakan
Tarakan

Laporan Mantan Wabup Tana Tidung dan Enam Pemilik Lahan Masih Diproses Polres Tarakan

10 September 2026
Open Grasstrack Ujian Perdana Lintasan Pantai Amal Tarakan
Tarakan

Open Grasstrack Ujian Perdana Lintasan Pantai Amal Tarakan

10 September 2026
Next Post
Kubu Hamdani Persoalkan Pembuktian Perkara Solar PT PRI, 19 Barang Bukti Disebut Belum Terungkap

Kubu Hamdani Persoalkan Pembuktian Perkara Solar PT PRI, 19 Barang Bukti Disebut Belum Terungkap

Dinsos Tarakan Beri Tempat Tinggal Sementara 15 Pekerja Jabar, Pemulangan Masih Menunggu Koordinasi

Dinsos Tarakan Beri Tempat Tinggal Sementara 15 Pekerja Jabar, Pemulangan Masih Menunggu Koordinasi

Dugaan Ubah Teks Pancasila Saat Demo, Tiga Kelompok Masyarakat Lapor Polres Tarakan

Dugaan Ubah Teks Pancasila Saat Demo, Tiga Kelompok Masyarakat Lapor Polres Tarakan

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Mantan Wabup Tana Tidung dan Enam Pemilik Lahan Masih Diproses Polres Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Pembunuhan di Tarakan, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Wabup Tana Tidung Laporkan Dugaan Pengrusakan Lahan di Juata Permai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Tarakan Bagikan Masker Bertahap, Sekolah Turut Disasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.