BALIKPAPAN, Headlinews.id – Rombongan jemaah haji asal Kabupaten Nunukan yang tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Balikpapan tiba di Tanah Air pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 04.30 WITA.
Namun, satu jemaah dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi dan belum dapat dipulangkan bersama rombongan.
Rombongan mendarat di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan setelah menempuh perjalanan dari Madinah, Arab Saudi.
Ketua Kloter 8 Embarkasi Balikpapan, Sayid Abdullah, mengatakan penerbangan yang membawa jemaah sempat transit di India selama sekitar 45 menit sebelum melanjutkan perjalanan menuju Balikpapan.
“Sebanyak 124 jemaah haji asal Kabupaten Nunukan tiba di Balikpapan sekitar pukul 04.30 WITA. Pesawat dari Madinah sempat transit di India selama kurang lebih 45 menit sebelum melanjutkan perjalanan ke Balikpapan,” ujarnya.
Setibanya di Balikpapan, seluruh jemaah langsung dibawa ke Asrama Haji Batakan untuk menjalani proses debarkasi sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing.
Sementara itu, sebanyak 83 jemaah asal Pulau Sebatik dijadwalkan melanjutkan perjalanan dari Tarakan menuju Pelabuhan Sungai Nyamuk pada hari yang sama setelah tiba dari Balikpapan.
“Masih ada satu jemaah yang masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi dan belum dipulangkan ke Tanah Air,” ungkapnya.
Sayid menjelaskan, jemaah asal Nunukan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Tarakan menggunakan pesawat pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
“Insyaallah seluruh jemaah Nunukan akan dipulangkan melalui Tarakan. Selanjutnya rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Nunukan dan diperkirakan tiba di PLBL Nunukan sekitar pukul 14.30 WITA,” katanya.
Ia menambahkan, jemaah asal Nunukan yang tergabung dalam Kloter 7 dan Kloter 8 akan digabung dalam satu rombongan kepulangan menuju Nunukan dengan total 132 orang serta didampingi satu ketua kloter.
“Kami terus memastikan proses pemulangan berjalan lancar, sementara satu jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi tetap dalam pemantauan hingga dapat dipulangkan ke Tanah Air,” ujarnya. (saf)










