TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Pembinaan atlet panahan di Kabupaten Bulungan kembali diperkuat melalui kegiatan scoring bersama yang digelar PERPANI Bulungan di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, sebagai ajang evaluasi kemampuan sekaligus penguatan mental bertanding para atlet muda.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Mei 2026 itu diikuti 34 atlet dari dua klub panahan, yakni Agathis Archery Club dan Bulungan Archery Club. Agenda ini menjadi ruang uji kemampuan sekaligus sarana menambah jam terbang atlet dalam suasana kompetitif.
Sejak hari pertama, para peserta langsung dihadapkan pada babak kualifikasi yang dibagi dalam dua sesi pertandingan. Suasana lapangan dipenuhi konsentrasi tinggi para atlet yang berupaya mengumpulkan skor terbaik di masing-masing divisi.
Dalam sesi tersebut, ketepatan bidikan, konsistensi teknik, hingga kemampuan menjaga ketenangan menjadi faktor penentu hasil yang diperoleh setiap peserta. Setiap anak panah yang dilepaskan menjadi bagian penting dari proses evaluasi latihan yang selama ini dijalani.
Memasuki hari kedua, pertandingan berlanjut ke babak eliminasi serta simulasi alternate shooting. Format ini dirancang menyerupai kondisi pertandingan sesungguhnya untuk melatih respons atlet dalam tekanan, terutama pada momen-momen krusial.
Ketua PERPANI Bulungan, Mus Muliadi menyebut kegiatan scoring bersama menjadi instrumen penting untuk membaca perkembangan atlet secara objektif di luar sesi latihan rutin.
“Pembinaan harus berjalan selaras antara peningkatan teknik dan pembentukan karakter saat bertanding,” katanya.
Ia menambahkan, melalui simulasi pertandingan, atlet didorong untuk terbiasa menghadapi situasi kompetitif yang menuntut ketepatan pengambilan keputusan dalam waktu singkat.
Hal ini dinilai penting untuk membangun kesiapan mental sebelum turun di kejuaraan resmi.
“Dalam panahan, bukan hanya soal sasaran, tetapi juga bagaimana atlet mampu menjaga stabilitas diri di bawah tekanan. Kegiatan seperti ini membantu kami melihat bagaimana mereka merespons situasi pertandingan yang sebenarnya,” ujar Mus.
Menurutnya, pengalaman bertanding yang berulang akan membentuk ketahanan mental atlet secara bertahap, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh tekanan lawan maupun kondisi pertandingan.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan lingkungan latihan yang solid, termasuk peran pelatih dan orang tua dalam menjaga motivasi atlet selama proses pembinaan berlangsung.
“Yang kami bangun berupa kemampuan individu sekaligus mentalitas bertanding. Jika itu terbentuk dengan baik, hasil akan mengikuti,” tambahnya.
Mus menegaskan, PERPANI Bulungan terus melanjutkan program pembinaan berjenjang agar atlet panahan daerah memiliki kesempatan berkembang hingga level yang lebih tinggi.
“Target kami membentuk atlet yang siap bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional. Itu hanya bisa dicapai jika proses latihan dan evaluasi dilakukan secara konsisten,” pungkasnya. (rn)







