TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Realisasi belanja APBD Kabupaten Bulungan 2026 hingga semester I baru mencapai Rp718,01 miliar atau 35,72 persen. Capaian fisik kegiatan pun masih berada di angka 39,05 persen saat pelaksanaan anggaran sudah memasuki semester II.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan capaian tersebut masih berada di bawah target pelaksanaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Perangkat daerah diminta segera mengevaluasi kegiatan yang belum berjalan dan mempercepat pelaksanaannya.
“Dari realisasi fisik dan keuangan yang kita capai sampai semester pertama, memang masih belum memenuhi target. Semester II ini waktunya semakin pendek, jadi perangkat daerah harus segera mengejar kegiatan yang masih tertinggal,” ujar Syarwani, Senin (14/9/2026).
Menurut Syarwani, percepatan pelaksanaan kegiatan perlu dilakukan sejak awal semester II agar pekerjaan tidak menumpuk menjelang akhir tahun. Setiap perangkat daerah perlu memetakan kegiatan yang belum berjalan sekaligus mengidentifikasi hambatan di lapangan.
“Jangan menunggu sampai akhir tahun baru semua kegiatan dikejar. Sekarang harus dilihat mana yang belum berjalan, apa kendalanya, kemudian segera diselesaikan sesuai tahapan yang ada,” katanya.
Ia juga meminta perangkat daerah menjaga kesesuaian antara penggunaan anggaran dengan progres pekerjaan. Realisasi keuangan perlu berjalan seiring dengan kemajuan fisik kegiatan agar belanja daerah memberikan hasil sesuai perencanaan.
“Anggaran yang sudah dialokasikan harus segera diterjemahkan dalam pekerjaan. Jangan sampai realisasi keuangannya berjalan, tetapi progres kegiatannya tertinggal. Fisik dan keuangan harus sama-sama kita jaga,” tegasnya.
Bagi pemerintah daerah, pelaksanaan APBD juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi di Bulungan. Belanja pemerintah yang bergerak untuk pembangunan, pengadaan barang dan jasa serta pelayanan publik ikut menciptakan aktivitas ekonomi di daerah.
“Ketika APBD berjalan, kegiatan ekonomi juga ikut bergerak. Ada pembangunan, pengadaan barang dan jasa, serta belanja pemerintah yang berhubungan dengan aktivitas masyarakat. Jadi pelaksanaan anggaran perlu kita percepat,” jelas Syarwani.
Capaian semester I 2026 tersebut masih jauh dari realisasi APBD Bulungan sepanjang 2025. Pada akhir tahun lalu, realisasi keuangan belanja perangkat daerah mencapai 82,37 persen atau sekitar Rp2,064 triliun dari total alokasi Rp2,506 triliun. Sementara progres fisiknya mencapai 89,06 persen.
Dengan capaian tersebut, perangkat daerah masih memiliki pekerjaan besar untuk mengejar pelaksanaan program pada semester II. Pemerintah daerah juga perlu memastikan proses administrasi, pengadaan dan pekerjaan fisik berjalan sesuai jadwal agar tidak terjadi penumpukan pada penghujung tahun.
“Kita masih punya waktu untuk memperbaiki capaian ini. Semua perangkat daerah harus bergerak, menyelesaikan hambatan yang ada dan memastikan kegiatan yang sudah dianggarkan dapat terlaksana sesuai target,” pungkas Syarwani. (rn)










