TARAKAN, Headlinews.id – Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Jawa Timur, kembali menempatkan aspek keselamatan pelayaran dalam perhatian operator angkutan laut. Di Tarakan, PT PELNI memastikan kesiapan armadanya terus dipantau melalui pemeriksaan peralatan keselamatan, latihan keadaan darurat hingga pemantauan kondisi cuaca.
Kepala PT PELNI Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi mengatakan latihan keselamatan menjadi bagian dari kegiatan rutin kru kapal. Dalam satu round voyage, latihan dapat dilakukan ketika kapal bersandar lebih dari empat jam di pelabuhan tertentu. Di Tarakan, waktu sandar kapal berkisar tiga hingga empat jam.
“Latihan itu sudah terjadwal. Teman-teman di kapal tidak hanya memeriksa alat, tetapi juga memperagakan bagaimana penggunaannya ketika terjadi keadaan darurat, termasuk cara menggunakan life jacket dan mengatur penumpang,” ujar Ferdy, Selasa (22/9/2026).
Untuk sekoci, latihan penurunan dilakukan saat kapal tiba di Tarakan, namun tidak sampai ke permukaan air. Pelaksanaan hingga ke air memerlukan ketentuan teknis dan izin Kantor Syahbandar.
Pemeriksaan armada juga dilakukan melalui ramp check secara berkala, baik internal PELNI maupun eksternal oleh KSOP. Menurut Ferdy, pemeriksaan berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan dan menjadi bagian dari evaluasi setelah sejumlah kecelakaan kapal terjadi belakangan.
“Setiap ada kejadian, kami jadikan bahan evaluasi. Pemeriksaan tidak berhenti pada alat keselamatan saja, tetapi kami memastikan seluruh perangkat benar-benar siap digunakan ketika dibutuhkan,” katanya.
Selain itu, APAR juga dipantau masa berlakunya dan penggantian dipersiapkan satu hingga dua bulan sebelum kedaluwarsa. Sementara dua armada PELNI di Tarakan, KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang, memiliki kapasitas sekitar 2.000 penumpang dengan ketersediaan life jacket sekitar 4.000 unit.
Ferdy menyebut life jacket juga memiliki masa layak pakai sehingga penggantian dipersiapkan beberapa bulan sebelum batas penggunaan. Ketersediaan tersebut menjadi bagian dari pengamanan apabila terjadi kondisi darurat dengan jumlah penumpang tinggi.
“Jumlahnya memang kami siapkan lebih dari kapasitas penumpang. Sekitar 4.000 life jacket tersedia di kapal, dan kondisinya harus terus dipastikan layak. Jadi ketika diperlukan, tidak ada persoalan dengan ketersediaan maupun masa penggunaannya,” jelasnya.
Aspek cuaca turut masuk dalam pemantauan pelayaran. PELNI memperbarui informasi melalui BMKG dan memasukkannya ke sistem pemantauan yang dapat diakses kru kapal maupun control room kantor pusat.
“Informasi cuaca dari BMKG selalu kami update. Kru di kapal dan control room pusat sama-sama memonitor sehingga kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan dalam operasional maupun pelaksanaan latihan keselamatan,” ungkap Ferdy.
Dalam kondisi cuaca normal, penumpang juga dapat dilibatkan dalam simulasi agar memahami prosedur ketika menghadapi keadaan darurat.
Sementara itu, arus penumpang PELNI di Tarakan masih dalam batas normal. KM Bukit Siguntang dijadwalkan menurunkan sekitar 817 penumpang, sedangkan sekitar 837 penumpang akan naik dari Tarakan pada Selasa (22/9/2026). Ferdy menyebut kondisi tersebut belum menunjukkan adanya penurunan trafik.
Dua armada PELNI melayani Tarakan sekitar dua kali sepekan dengan pola trayek berbeda. Pengaturan jarak antarkapal dilakukan agar armada dapat saling mengantisipasi apabila terjadi lonjakan penumpang.
“Pola trayek kami atur supaya jarak antarkapal tidak terlalu jauh. Kalau terjadi peningkatan penumpang, ada kapal yang bisa menyusul sehingga kapasitas bisa kami sesuaikan,” katanya.
KM Bukit Siguntang dari Tarakan melanjutkan pelayaran menuju Nunukan, Balikpapan, Parepare, Makassar hingga Larantuka. Sementara pola trayek lainnya melayani hingga Maumere. Periode dengan potensi peningkatan penumpang biasanya terjadi saat Natal dan Tahun Baru, libur sekolah serta angkutan Lebaran.
“Pemeriksaan keselamatan tetap berjalan di luar masa padat penumpang. Kami memastikan setiap alat berfungsi, masih layak dan siap digunakan. Kalau masa penggunaannya mendekati batas akhir, penggantian sudah dipersiapkan lebih awal,” pungkas Ferdy. (saf)







