TARAKAN, Headlinews.id – Tungku berbahan bakar kayu menjadi salah satu petunjuk awal polisi dalam mengungkap kebakaran rumah Kampung Nelayan di Jalan Gajah Mada RT 16, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat. Tungku tersebut ditemukan di bagian dapur rumah saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sehari setelah kebakaran.
Kebakaran terjadi Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Polisi kemudian melakukan olah TKP pada Sabtu (19/9/2026) untuk melihat titik awal api dan kondisi bangunan setelah terbakar.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K. melalui Kasi Humas IPTU Rusli saat diwawancarai, Selasa (22/9/2026), menyebut pemeriksaan mengarah pada bagian dapur rumah milik H.C.A., bangunan panggung berukuran sekitar 6 x 12 meter dengan konstruksi kayu.
“Dari olah TKP, kami menemukan tungku yang digunakan untuk memasak dengan kayu bakar. Di sekitar tungku juga terdapat sisa kayu dan arang. Kondisi tersebut menjadi bagian yang kami periksa karena berada di area yang diduga berkaitan dengan awal munculnya api,” ujar Rusli.
Sebelum kebakaran diketahui, penghuni rumah meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.30 WITA. Sekitar dua jam kemudian, korban memperoleh informasi rumahnya terbakar dan segera menghubungi suaminya sebelum menuju lokasi.
Seorang saksi yang berada di sekitar rumah juga sempat menerima informasi mengenai asap dari bangunan tersebut. Ketika memeriksa, saksi melihat api sudah membesar di bagian dalam rumah dan kemudian memberitahukan kejadian itu kepada korban.
Pemeriksaan polisi menemukan drum yang telah dipotong dan dimodifikasi sebagai tungku. Tungku tersebut digunakan dengan kayu sebagai bahan bakar. Di atasnya terdapat dandang berukuran sedang yang mengalami kerusakan hingga bagian logamnya meleleh. Kayu dan bahan bakar di ruang pembakaran juga ditemukan dalam kondisi menjadi arang.
“Di bagian dapur, kami melihat bekas pembakaran pada tungku. Dandang yang berada di atas tungku mengalami kerusakan dan ada bagian yang meleleh. Lantai papan di area dapur juga terbakar habis. Temuan itu kami dokumentasikan dan menjadi bagian dari pemeriksaan,” jelas Rusli.
Api juga merusak sejumlah peralatan di bagian kamar. Polisi menemukan kipas angin gantung dan kipas angin berdiri dalam kondisi terbakar. Dua dinamo kipas tersebut kemudian diamankan bersama dandang beserta bagian yang meleleh, kayu dan arang dari ruang pembakaran tungku, serta arang bekas kebakaran.
“Barang-barang yang kami amankan masih berkaitan dengan pemeriksaan di lokasi. Ada dandang, dua dinamo kipas, kemudian kayu dan arang dari area tungku. Semua kami cocokkan dengan kondisi TKP dan keterangan saksi,” katanya.
Temuan di area dapur kemudian mengarah pada dugaan awal sumber api. Polisi menduga bara dari tungku kayu masih tersisa setelah digunakan memasak dan kemudian memicu kebakaran.
“Dugaan sementara, api berasal dari tungku kayu. Bara yang masih tersisa diduga mengenai material di sekitar tungku hingga api membesar dan merambat ke bagian rumah lainnya. Kami masih mencocokkan temuan tersebut dengan keterangan saksi dan kondisi di lokasi,” ungkap Rusli.
Meski mengarah pada dugaan tersebut, polisi belum menetapkannya sebagai penyebab final. Pemeriksaan masih dilanjutkan terhadap seluruh temuan dan keterangan yang diperoleh dari lokasi.
“Kesimpulan akhirnya belum kami tetapkan. Hasil olah TKP, barang yang diamankan dan keterangan saksi masih kami dalami untuk memastikan rangkaian kejadian serta sumber api,” pungkasnya. (saf)









