TARAKAN, Headlinews.id – Status Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya yang saat ini disandang Kota Tarakan ditargetkan meningkat menjadi kategori Nindya pada penilaian selanjutnya. Pemerintah Kota Tarakan menilai berbagai upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak yang telah dijalankan menjadi modal untuk meningkatkan capaian tersebut.
Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pembenahan terhadap indikator-indikator penilaian Kota Layak Anak agar hasil verifikasi berikutnya dapat menunjukkan peningkatan dibanding penilaian sebelumnya.
“Sekarang kita masih di Madya. Mudah-mudahan nanti bisa naik tingkat lagi. Pada verifikasi berikutnya mudah-mudahan bisa naik ke Nindya. Itu yang terus kita upayakan,” kata Khairul.
Khairul menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian yang telah dilalui, Pemerintah Kota Tarakan menilai sejumlah indikator sebenarnya telah menunjukkan perkembangan.
Namun, hasil verifikasi akhir masih menetapkan Tarakan berada pada kategori Madya sehingga pemerintah daerah masih harus melakukan sejumlah penyempurnaan.
Ia optimistis peluang untuk naik ke kategori Nindya masih terbuka apabila berbagai program perlindungan anak yang telah berjalan dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Selain memenuhi aspek administrasi, implementasi di lapangan juga menjadi bagian penting dalam proses penilaian.
“Kalau kami menilai, mestinya sudah di Nindya. Cuma hasil verifikasinya kita masih di Madya. Mudah-mudahan verifikasi berikutnya bisa naik ke Nindya, kemudian seterusnya nanti menuju level yang paling tinggi,” ujarnya.
Menurut Khairul, penghargaan Kota Layak Anak bukan menjadi tujuan utama pemerintah daerah. Predikat tersebut hanya menjadi salah satu instrumen untuk mengukur sejauh mana kebijakan perlindungan anak telah diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
Perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada proses penilaian, tetapi juga memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi anak.
Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik hingga dunia usaha dinilai memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
“Penghargaan ini hanya bagian dari instrumen untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Yang paling penting menurut saya adalah fakta di lapangan, bagaimana upaya perlindungan terhadap anak mulai dari sekolah, lingkungan, rumah, sampai dunia usaha benar-benar bisa dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.
Ia mengatakan sejumlah program pendukung telah dijalankan Pemerintah Kota Tarakan dalam beberapa tahun terakhir.
Di antaranya melalui penerapan Sekolah Ramah Anak serta penyediaan berbagai fasilitas yang mendukung terciptanya lingkungan ramah anak di sejumlah titik.
Meski demikian, Khairul menilai peran keluarga tetap menjadi faktor utama dalam mendukung tumbuh kembang anak. Edukasi kepada orang tua terus dilakukan agar pemenuhan hak dan perlindungan anak dimulai dari lingkungan keluarga sebelum diperkuat oleh sekolah maupun masyarakat.
“Sekolah Ramah Anak sudah jalan, beberapa fasilitas ramah anak juga sudah kita ciptakan. Tinggal bagaimana memberikan pemahaman kepada seluruh orang tua agar mampu menjamin tumbuh kembang anak dan memberikan perlindungan kepada anak-anaknya,” katanya.
Saat ditanya mengenai kendala dalam mewujudkan Kota Layak Anak, Khairul menyebut hingga kini belum ada hambatan yang dinilai signifikan. Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada upaya menjangkau seluruh orang tua agar memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya perlindungan anak.
Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat membutuhkan proses yang tidak singkat karena dilakukan secara bertahap. Namun, upaya tersebut akan terus dilakukan agar perlindungan anak tidak hanya menjadi bagian dari penilaian Kota Layak Anak, tetapi juga menjadi budaya di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Menyentuh satu-satu tentu perlu teknik, perlu cara, dan perlu waktu tersendiri. Yang paling penting adalah bagaimana orang tua mampu menjamin tumbuh kembang anak-anaknya dan memberikan perlindungan yang baik kepada mereka,” tutup Khairul. (saf)








