TARAKAN, Headlinews.id – Penerapan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif di Kota Tarakan menjadi salah satu bentuk dukungan sektor pendidikan dalam pemenuhan indikator Kota Layak Anak (KLA). Konsep tersebut diwujudkan melalui layanan yang mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan anak.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, mengatakan kontribusi PAUD terhadap Kota Layak Anak diwujudkan melalui penyelenggaraan satuan pendidikan yang ramah terhadap kebutuhan dan tumbuh kembang anak.
“Kalau Kota Layak Anak, sumbangsih dari PAUD termasuk Satuan Pendidikan Ramah Anak. Kalau sekarang istilahnya Budaya Sekolah Aman Menyenangkan,” ujarnya.
Menurut Endah, konsep tersebut diwujudkan melalui penerapan PAUD Holistik Integratif (PHI). Dalam pelaksanaannya, satuan PAUD tidak hanya menyelenggarakan proses pembelajaran, tetapi juga membangun kemitraan dengan berbagai pihak agar kebutuhan anak dapat dipenuhi secara menyeluruh.
“PAUD Holistik Integratif itu, satuan PAUD pasti harus bermitra dengan banyak. Bisa dengan puskesmas, bisa dengan orang tua, bisa dengan pakar seni, bisa juga dengan konselor. Karena memang ada lima aspek yang harus betul-betul dijaga di sana. Dan itu bagian dari indikator Kota Layak Anak,” katanya.
Ia menjelaskan, hingga 2026 terdapat 132 satuan PAUD di Kota Tarakan yang terdiri atas taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), satuan PAUD sejenis (SPS), dan taman penitipan anak (TPA), baik yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama maupun Dinas Pendidikan.
“Alhamdulillah untuk satuan PAUD yang ada di Kota Tarakan, baik yang di bawah Kemenag maupun yang di bawah Dinas Pendidikan, hampir semuanya sudah melaksanakan PAUD Holistik Integratif,” jelasnya.
Endah mengatakan, penerapan PAUD Holistik Integratif di seluruh satuan pendidikan ditunjang melalui kemitraan dengan posyandu, puskesmas, orang tua, konselor, hingga pakar seni.
Kolaborasi tersebut mendukung layanan pendidikan sekaligus memastikan aspek kesehatan, tumbuh kembang, dan kebutuhan dasar anak tetap terpenuhi.
“Semua satuan PAUD itu sudah bermitra. Bermitra dengan Posyandu, dengan Puskesmas, minimal Puskesmas, untuk deteksi dini tumbuh kembang, kemudian pelaksanaan vitamin A, dan sebagainya,” tuturnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan layanan PAUD. Melalui sinergi tersebut, satuan pendidikan tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga menghubungkan anak dengan layanan kesehatan, pengasuhan, serta perlindungan yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Endah menambahkan, penguatan PAUD Holistik Integratif terus disosialisasikan kepada satuan pendidikan maupun masyarakat agar pemahaman mengenai pentingnya layanan terpadu bagi anak usia dini semakin meningkat.
Kampanye tersebut juga dilakukan Bunda PAUD Kota Tarakan melalui berbagai media sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.
“Bunda PAUD Kota Tarakan selalu menyampaikan dan memberikan imbauan itu. Bahkan beliau juga mengampanyekan PAUD Holistik Integratif kepada masyarakat supaya anak disekolahkan di satuan PAUD sebelum masuk sekolah dasar,” tuturnya. (saf)








