TARAKAN, Headlinews.id – Sejumlah potensi gangguan keamanan mulai dipetakan Polres Tarakan menjelang Ramadan. Dari balap liar hingga stabilitas harga bahan pokok, semuanya masuk dalam daftar perhatian kepolisian.
Kapolres Tarakan, Erwin Syaputra Manik mengatakan pemetaan dilakukan sebagai langkah awal untuk menentukan pola pengamanan yang tepat selama bulan puasa hingga Idulfitri.
“Setiap momentum keagamaan memiliki dinamika tersendiri. Karena itu, pemetaan kerawanan dilakukan lebih awal agar langkah pengamanan bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Erwin.
Fenomena balap liar yang kerap muncul pada malam hari selama Ramadan menjadi salah satu fokus pengawasan. Kepolisian menilai perlu ada pendekatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk menekan potensi gangguan tersebut.
“Penanganan tidak hanya bersifat represif. Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemuda terus dilakukan agar ada kesadaran bersama menjaga ketertiban,” katanya.
Selain aspek keamanan, Polres Tarakan juga terlibat dalam pemantauan ketersediaan dan harga bahan pokok bersama Pemerintah Kota Tarakan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan maupun lonjakan harga yang dapat meresahkan masyarakat.
“Pengawasan dilakukan secara berkala di pasar dan jalur distribusi. Hingga saat ini belum ditemukan indikasi gangguan signifikan, namun pengendalian tetap diperketat,” jelasnya.
Saat ini kepolisian masih melaksanakan Operasi Keselamatan sebagai bagian dari upaya cipta kondisi. Selanjutnya, jajaran Polres Tarakan akan mempersiapkan pengamanan melalui Operasi Ketupat sesuai arahan dari Mabes Polri dan Polda.
Erwin menambahkan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat selama Ramadan, termasuk penempatan personel di titik-titik rawan serta peningkatan patroli malam hari.
“Diharapkan aktivitas masyarakat selama bulan puasa dapat berlangsung lancar tanpa gangguan berarti,” tegasnya. (saf)










