Kamis, April 16, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Tarakan

Peternak Keluhkan Harga Sapi dan Pengawasan, Karantina Tegaskan Sistem Sesuai Aturan

by Ifransyah
15 April 2026
in Tarakan
A A
Peternak Keluhkan Harga Sapi dan Pengawasan, Karantina Tegaskan Sistem Sesuai Aturan

Kegiatan sosialisasi pengawasan lalu lintas hewan kurban yang digelar Balai Karantina Kaltara di Tarakan menjelang Idul Adha 2026.

TARAKAN, Headlinews.id – Peternak sapi di Kota Tarakan mengeluhkan tekanan harga dan meningkatnya biaya produksi menjelang Idul Adha 2026, yang membuat hasil usaha penggemukan ternak dari pemeliharaan dalam jangka panjang dinilai semakin sulit bersaing di pasar.

Ketua Koperasi Sahabat Maju Sejahtera, Syamsurijal mengatakan peternak lokal umumnya membutuhkan waktu 10 bulan hingga satu tahun untuk menghasilkan sapi siap jual. Namun, masuknya sapi dari luar daerah dengan harga lebih rendah membuat posisi mereka tertekan di pasar.

“Kalau dihitung normal, harga bisa di kisaran Rp25 juta. Tapi sapi dari luar masuk dengan bobot yang sama, dijual sekitar Rp23 juta. Ini membuat peternak lokal dirugikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, biaya produksi yang ditanggung peternak mencapai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per ekor per bulan. Dalam satu siklus pemeliharaan, total biaya bisa mencapai jutaan rupiah per ekor, belum termasuk tenaga kerja dan risiko usaha.

Menurutnya, sektor peternakan sapi juga memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja di Tarakan. Satu peternak rata-rata mempekerjakan empat hingga lima orang dengan gaji sekitar Rp4 juta per bulan.

“Kami mempekerjakan empat sampai lima orang tenaga kerja. Gajinya sekitar Rp4 juta per bulan. Ini yang sering tidak diperhitungkan dalam kebijakan,” tambahnya.

Peternak juga menilai pengawasan karantina hewan di daerah tujuan masih perlu diperkuat. Secara aturan, setiap sapi yang masuk dari luar daerah wajib melalui proses karantina sesuai ketentuan.

Namun, mereka menilai dalam praktiknya distribusi ternak kerap berlangsung cepat setelah tiba di pelabuhan tanpa kontrol yang dianggap lebih ketat.

“Begitu sapi turun di pelabuhan, langsung tersebar ke berbagai lokasi. Ini yang kami nilai tidak ideal,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi sistem perizinan yang kini sudah berbasis digital. Peternak berharap fasilitas karantina ke depan dapat diperkuat agar pengawasan kesehatan hewan lebih optimal sebelum ternak didistribusikan.

“Kami berharap ada fasilitas karantina yang benar-benar layak, sehingga sapi yang masuk bisa diperiksa dan dirawat dulu sebelum didistribusikan. Dengan begitu semua pihak bisa diuntungkan,” katanya.

Sementara itu, perputaran sapi di Tarakan disebut cukup dinamis. Distribusi dari daerah asal seperti Gorontalo hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari perjalanan laut.

Koperasi Sahabat Maju Sejahtera saat ini mencatat memiliki sekitar 71 anggota aktif dengan total populasi 585 ekor sapi per April 2026. Selain penjualan, koperasi juga menyediakan layanan titip rawat hewan kurban hingga hari pemotongan.

“Kami juga menyediakan layanan titip rawat, jadi sapi tetap dipelihara sampai hari kurban untuk menjaga kualitas,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Utara menegaskan setiap pemasukan ternak dari luar daerah tetap melalui prosedur resmi dan pengawasan di titik masuk.

Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan seluruh ternak wajib melalui pemeriksaan dokumen dan kesehatan hewan di pelabuhan pemasukan sebelum didistribusikan.

“Di kami itu dicek semua, dokumen harus sesuai, jenis dan jumlah harus benar, termasuk kondisi fisiknya. Kalau tidak sesuai, tidak bisa diloloskan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lalu lintas ternak di Kalimantan Utara didominasi pemasukan dari sejumlah daerah seperti Gorontalo dan Tolitoli yang masuk melalui pelabuhan resmi sebelum didistribusikan ke kabupaten dan kota lain.

Menurutnya, pengawasan dilakukan di titik pemasukan resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Di Kalimantan Utara terdapat delapan titik resmi pemasukan dan pengeluaran hewan yang berada di bawah pengawasan petugas karantina.

“Kalau masuk tidak di tempat yang ditetapkan, walaupun punya dokumen, tetap melanggar karena petugas tidak bisa melakukan tindakan karantina di lokasi tersebut,” tegasnya.

Ia juga menambahkan praktik pemasukan ternak melalui jalur tidak resmi masih menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu pengawasan kesehatan hewan dan stabilitas pasar.

Terkait distribusi di lapangan, karantina memastikan sistem pengawasan tetap berjalan, termasuk melalui kewajiban pelaporan dan kesesuaian dokumen KH-1 atau Health Certificate pada setiap pengiriman ternak.

Selain itu, Instalasi Karantina Hewan (IKH) disebut menjadi kebutuhan penting yang saat ini masih dalam tahap pengusulan pembangunan di beberapa wilayah, termasuk Tarakan, Nunukan, dan Sebatik.

Ichi menjelaskan, saat ini penanganan ternak masih dilakukan di lokasi penampungan atau kandang mitra, dengan sistem pengawasan dan tindakan seperti penyegelan apabila diperlukan.

“Kalau ada indikasi penyakit atau perlu pemeriksaan lanjutan, kami segel dulu kandangnya supaya tidak dipindahkan. Segel tidak boleh dibuka sembarangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan IKH nantinya akan memperkuat sistem pengawasan karena seluruh proses karantina dapat dilakukan secara terpusat, mulai dari pemeriksaan hingga observasi kesehatan hewan.

Selain itu, Karantina Kaltara juga menyampaikan kelebihan pasokan ternak (over supply) dapat terjadi saat Idul Adha jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi stabilitas harga di tingkat peternak.

“Kalau kebutuhan 1.300 ekor tapi yang masuk 2.000 ekor, itu over supply. Dampaknya pasti ke harga, dan peternak lokal yang paling terdampak,” ujarnya.

Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya mendorong sinkronisasi data antara pemerintah daerah dan sistem rekomendasi pemasukan ternak agar jumlah distribusi sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Ia menegaskan pengawasan tidak hanya dilakukan di pelabuhan resmi, tetapi juga melalui kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga operator pelabuhan untuk mencegah pelanggaran jalur distribusi.

Meski terdapat perbedaan persepsi di lapangan, karantina menegaskan seluruh mekanisme pengawasan tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan tentang karantina hewan, termasuk aspek biosekuriti untuk mencegah penyebaran penyakit seperti PMK, Lumpy Skin Disease, dan antraks.

Pihak karantina berharap penguatan fasilitas seperti IKH dan sinkronisasi data kebutuhan ternak dapat menjadi solusi jangka panjang, sehingga kepentingan peternak lokal dan kebutuhan masyarakat dapat berjalan seimbang.

“Intinya kita ingin ekonomi tetap berjalan, tapi keamanan hayati juga harus terjaga,” pungkasnya. (saf)

 

Tags: BarantinBiosekuritiHarga SapiHewan KurbanIdul Adha 2026Karantina KaltaraKH-1Lalu Lintas TernakOver SupplyPeternak LokalPeternakan SapiTarakan
Advertisement Banner

Baca Juga

Opang Bandara Juwata Tetap Jalan, DPRD Minta Pengaturan
Tarakan

Opang Bandara Juwata Tetap Jalan, DPRD Minta Pengaturan

15 April 2026
UPBU Juwata Siapkan Skema Operasional Opang
Tarakan

UPBU Juwata Siapkan Skema Operasional Opang

15 April 2026
NasDem Kaltara Kecam Pemberitaan Tempo, Siapkan Langkah Lanjutan
Tarakan

NasDem Kaltara Kecam Pemberitaan Tempo, Siapkan Langkah Lanjutan

15 April 2026
Penerimaan Bea Cukai Tarakan Rp3,34 Miliar, Bea Keluar Batubara Belum Terealisasi
Tarakan

Penerimaan Bea Cukai Tarakan Rp3,34 Miliar, Bea Keluar Batubara Belum Terealisasi

15 April 2026
Polisi Simpulkan Penemuan Jenazah di Tarakan Bukan Unsur Kriminal
Tarakan

Polisi Simpulkan Penemuan Jenazah di Tarakan Bukan Unsur Kriminal

15 April 2026
Barantin Warning Pelaku Usaha, Ternak Wajib Sesuai Aturan
Tarakan

Barantin Warning Pelaku Usaha, Ternak Wajib Sesuai Aturan

15 April 2026
Next Post
Penerimaan Bea Cukai Tarakan Rp3,34 Miliar, Bea Keluar Batubara Belum Terealisasi

Penerimaan Bea Cukai Tarakan Rp3,34 Miliar, Bea Keluar Batubara Belum Terealisasi

Kaltara Gelar Welcome Dinner, Awali Konreg PDRB Kasulampua 2026

Kaltara Gelar Welcome Dinner, Awali Konreg PDRB Kasulampua 2026

UMKM Dongkrak PDRB Kaltara, Gubernur Dorong Penguatan Ekonomi Daerah

UMKM Dongkrak PDRB Kaltara, Gubernur Dorong Penguatan Ekonomi Daerah

Berita Populer

  • Keluhkan Fasilitas Kotor, Pansus LKPJ Minta Pemkot Tarakan Anggarkan Pemeliharaan Gedung TACC

    Keluhkan Fasilitas Kotor, Pansus LKPJ Minta Pemkot Tarakan Anggarkan Pemeliharaan Gedung TACC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Polri dan Akademisi, Polda Kaltara Bersama UBT Resmi Launching Pusat Studi Kepolisian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apel Gabungan, Datu Iqro Tegaskan Disiplin ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi I DPRD Tarakan Tekankan Aspek Kemanusiaan dalam Penyelesaian PHK PT Meris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RDP DPRD Tarakan Belum Tuntaskan Polemik PHK PT Meris, Buruh Tuntut Kepastian Hak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.