TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Luasnya wilayah dan kondisi geografis yang didominasi sungai serta perbukitan membuat pemerataan pembangunan di Bulungan membutuhkan pendekatan bertahap dan terukur. Pemerintah Kabupaten Bulungan menilai tantangan tersebut harus dijawab dengan strategi konektivitas yang lebih terfokus pada wilayah pedalaman.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, pembangunan tidak bisa dilakukan secara serentak di seluruh titik karena mempertimbangkan akses, anggaran, dan kesiapan teknis di lapangan.
“Kita berbicara wilayah yang luas dengan karakter berbeda-beda. Ada desa yang bisa ditempuh lewat darat, ada yang hanya melalui sungai. Maka penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” ujarnya.
Salah satu perhatian pemerintah daerah saat ini adalah peningkatan konektivitas di jalur Ilanun menuju Long Buah di hulu Sungai Kayan. Ruas tersebut dinilai penting karena menjadi penghubung aktivitas masyarakat pedalaman, baik distribusi barang maupun layanan publik.
“Konektivitas menjadi prioritas. Ketika akses jalan membaik, dampaknya langsung terasa pada ekonomi warga, biaya logistik, hingga kecepatan pelayanan kesehatan,” katanya.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga melanjutkan program penguatan jaringan komunikasi di desa-desa yang sebelumnya mengalami blank spot.
Sejak 2025, puluhan stasiun pemancar telah dibangun dan akan ditambah pada 2026 untuk memperluas jangkauan sinyal.
“Akses komunikasi sekarang sama pentingnya dengan jalan. Anak sekolah butuh internet, pelayanan administrasi juga memerlukan jaringan yang stabil,” jelasnya.
Di wilayah seperti Desa Telanjau, khususnya RT Berlun yang berjarak sekitar dua jam perjalanan sungai dari pusat desa, pemerintah menilai pendekatan pembangunan harus lebih detail. Meski fasilitas pendidikan dan kesehatan tersedia, tantangan utama masih pada aksesibilitas.
“Kita tidak hanya membangun gedung, tetapi memastikan masyarakat bisa menjangkaunya dengan aman dan layak,” tegasnya.
Bupati juga memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi desa berstatus tertinggal di Bulungan berdasarkan indikator resmi. Namun ia menegaskan, peningkatan status tersebut tidak membuat pemerintah berhenti melakukan pembenahan.
“Status administrasi bisa berubah, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Masih ada kebutuhan yang harus dipetakan dan ditangani secara bertahap,” ujarnya.
Pemkab Bulungan menargetkan pembangunan yang dirancang ke depan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat pedalaman, dengan fokus pada konektivitas, layanan dasar, dan penguatan ekonomi lokal agar kesenjangan antarwilayah semakin mengecil. (rn)










