TARAKAN, Headlinews.id – Maraknya perceraian mendorong Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan melakukan langkah mitigasi sejak awal pernikahan, dengan mewajibkan calon pengantin mengikuti bimbingan pernikahan (binwin) untuk membangun keluarga harmonis.
Kepala Kemenag Kota Tarakan, H. Syopyan, S.Ag., M.Pd menjelaskan, bimbingan pernikahan menjadi salah satu strategi utama untuk menyiapkan pasangan memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam rumah tangga.
“Koordinasi dengan pengadilan agama dilakukan terkait tingginya angka perceraian. Semua calon pengantin wajib mengikuti binwin, dan sertifikatnya menjadi salah satu syarat untuk mendaftarkan pernikahan di KUA,” ujarnya.
Materi binwin diberikan secara komprehensif dan terstruktur, mencakup sejumlah aspek penting. Selain pembahasan tanggung jawab dan hak dalam rumah tangga, Kemenag bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan edukasi terkait bahaya narkoba, agar pasangan memahami dampak narkoba terhadap keluarga.
Materi lain mencakup kesehatan reproduksi, perlindungan anak, serta pemberdayaan perempuan. Pemahaman ini diperlukan agar calon pengantin siap membangun rumah tangga sehat, harmonis, dan berlandaskan tanggung jawab sosial.
Bimbingan juga menekankan pendekatan psikologi dan sosial, termasuk komunikasi efektif, penyelesaian konflik, dan kerjasama dalam rumah tangga.
Tujuannya untuk menurunkan risiko perceraian sejak awal. Calon pengantin dapat berdiskusi dan memperoleh pemahaman menyeluruh sebelum menikah.
Program binwin menjadi bagian dari program integral Kemenag, yang melibatkan KUA, pengadilan agama, BNN, Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan instansi pemberdayaan perempuan.
Kolaborasi ini memastikan calon pengantin mendapatkan pemahaman lengkap, baik aspek hukum, sosial, maupun kesehatan, sehingga mampu membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.
“Pendekatan ini menyiapkan calon pengantin secara administratif, mental, dan sosial. Harapannya, keluarga yang dibentuk menjadi sakinah, mawadah, dan rahmah, sekaligus menekan angka perceraian di Tarakan,” pungkas Syopyan. (saf)










