TARAKAN, Headlinews.id – Laju inflasi di Kalimantan Utara pada April 2026 tercatat melambat dibanding bulan sebelumnya. Meski sejumlah komoditas transportasi dan pangan masih mengalami kenaikan harga, kondisi inflasi daerah dinilai tetap terkendali dan berada dalam rentang sasaran nasional.
Berdasarkan data terbaru, inflasi Kalimantan Utara pada April 2026 tercatat sebesar 0,02 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding Maret 2026 yang mencapai 0,57 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, mengatakan tekanan inflasi pada April terutama berasal dari kelompok transportasi dan beberapa komoditas pangan.
“Tarif angkutan udara dan angkutan laut masih menjadi penyumbang inflasi terbesar pada April. Selain itu, beberapa komoditas pangan seperti tomat dan bawang merah juga mengalami kenaikan harga,” ujarnya, Jumat (8/4/2026).
Menurutnya, kenaikan tarif transportasi dipengaruhi meningkatnya biaya operasional penerbangan, terutama akibat penyesuaian harga avtur dunia. Jumlah penerbangan pada beberapa rute juga masih terbatas, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi.
Kondisi serupa turut terjadi pada sejumlah komoditas pangan. Pasokan tomat dan bawang merah dari daerah sentra produksi disebut mengalami gangguan akibat faktor cuaca sehingga berdampak terhadap distribusi dan harga di pasaran.
Meski demikian, tekanan inflasi berhasil ditekan oleh penurunan harga sejumlah komoditas lain. Harga emas perhiasan tercatat mengalami koreksi mengikuti perkembangan harga emas global dan kondisi pasar internasional.
“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil deflasi cukup besar, terutama dipengaruhi turunnya harga emas perhiasan,” kata Hasiando.
Selain emas, penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit dan daging ayam ras setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri berakhir. Distribusi barang yang mulai normal membuat harga sejumlah kebutuhan masyarakat kembali terkendali.
Dari tiga wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalimantan Utara, Tanjung Selor tercatat mengalami inflasi sebesar 0,23 persen, Nunukan sebesar 0,04 persen, sedangkan Tarakan justru mengalami deflasi sebesar 0,06 persen pada April 2026.
Secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi gabungan Kalimantan Utara berada pada angka 2,68 persen. Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
“Inflasi tahunan Kaltara masih terjaga dalam rentang target nasional. Kondisi ini menunjukkan stabilitas harga di daerah tetap cukup baik,” jelasnya.
Di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas, tingkat optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi daerah disebut masih tinggi. Hal itu terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang berada di level 124,01 atau masuk kategori optimistis.
Hasiando menyebut tingkat konsumsi masyarakat yang tetap terjaga menjadi salah satu faktor pendorong optimisme tersebut. Aktivitas ekonomi daerah juga dinilai terus bergerak melalui berbagai agenda pemerintah dan kegiatan strategis lainnya.
“Berbagai kegiatan pemerintah dan aktivitas ekonomi daerah ikut menjaga perputaran ekonomi masyarakat sehingga keyakinan konsumen tetap berada pada level optimistis,” tutupnya. (*/rs)









