TARAKAN, Headlinews.id – Pembukaan jalur ekspor langsung dari Tarakan ke Hong Kong dinilai menjadi peluang strategis bagi Kalimantan Utara untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, menyambut positif penguatan jalur ekspor langsung tersebut yang dinilai dapat mempercepat distribusi barang, khususnya melalui jalur udara.
“Tentu kita senang ya, karena memang tujuan diskusi hari ini adalah peningkatan ekspor dengan memanfaatkan jalur laut dan udara. Kalau memang ada penerbangan langsung ke Hong Kong, itu sangat baik karena bisa lebih cepat, mungkin sekitar lima jam sudah sampai,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Ia menilai, adanya penerbangan langsung akan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha daerah untuk melakukan terobosan dalam memperluas pasar ke negara-negara tetangga. Namun demikian, ia menegaskan skema dan regulasi teknis tetap perlu dibahas lebih lanjut.
“Ini bagus dan kita harapkan pelaku usaha bisa mencari terobosan untuk memperluas pasar ke negara-negara tetangga. Tinggal nanti bagaimana skema dan aturannya, itu akan kita diskusikan lebih lanjut,” katanya.
Ingkong Ala juga menekankan pengembangan ekspor tidak hanya bertumpu pada satu negara tujuan, melainkan terbuka untuk berbagai pasar internasional sesuai dengan peluang yang ada.
“Kita serahkan kepada pelaku usaha untuk mencari pasar. Pemerintah juga terus melakukan promosi internasional. Kita juga berharap media dapat membantu menyampaikan potensi daerah kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kalimantan Utara sebelumnya telah mencatat sejarah ekspor langsung perdana dari Tarakan ke Hong Kong melalui jalur udara pada 7 Mei lalu. Ekspor tersebut difasilitasi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara dengan komoditas hasil perikanan unggulan daerah.
Pengiriman perdana itu menjadi langkah awal penguatan jalur ekspor langsung tanpa transit daerah lain, yang diharapkan dapat menekan biaya logistik sekaligus mempercepat waktu pengiriman produk ke pasar internasional.
Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pelaku UMKM, agar mampu bersaing di pasar global melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, serta sertifikasi halal.
“Upaya kita termasuk mendorong SDM UMKM agar bisa masuk pasar internasional, baik dari kualitas, kemasan, maupun sertifikasi halal,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara kabupaten/kota dalam pembinaan UMKM, serta penguatan sektor usaha besar seperti batu bara dan sawit yang sudah berjalan melalui mekanisme investasi yang ada.
Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan melalui pendidikan vokasi, pendampingan, serta sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam pembinaan UMKM.
“Semua kabupaten/kota kita harapkan bersinergi membangun dan membina UMKM. Untuk komoditas besar seperti batu bara dan sawit, itu sudah berjalan melalui pelaku usaha besar, tinggal penguatan di sisi perizinan dan keterbukaan,” pungkasnya. (saf)







